Header Ads

ad

Proses vs Hasil



Mana yang lebih penting, Proses atau Hasil?


"Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda".
"Gak apa-apa gagal. Namanya juga proses".
"Jangan lihat hasilnya, yang penting prosesnya". 
Setidaknya itu nasehat yang paling sering kita dengar ketika menemui kegagalan.


Memang benar kalau gagalnya sekali dua kali. Kalau berkali-kali, yang ada kita jadi orang berproses terus. Bukan jadi orang berhasil?


Bayangkan jika tim asuhan Mourinho (Man. United) mengalami kekalahan beruntun, berada di zona degradasi, bahkan harus menelan kekalahan telak saat melawan tim papan bawah Crystal Palace. Dan ujungnya MU terdegradasi. Apa yang terjadi? Apakah pemilik klub bisa menerima pernyataan Mourinho "Jangan lihat hasilnya. Yang penting prosesnya", "Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda", atau bahkan "Gak apa-apa gagal (degradasi), namanya juga proses". Yang ada malahan dia dipecat duluan.


Atau misalnya ketika Anda jadi presiden dan berencana membangun tol laut Jawa - Papua. Ketika periode jabatan Anda habis, sementara proyek tadi masih berlangsung apakah rakyat bisa mengenal Anda sebagai presiden yang membangun tol laut Jawa-Papua tadi? Yang ada mungkin presiden yang menjabat setelah kita yang akan meresmikannya. Bagi seorang leader, hasil akhir yang akan selalu dilihat. Meskipun tetap, proses tidak boleh dilupakan.


Seandainya Anda jadi pelatih Persib. Dan persib saat itu berada di papan bawah dan kalah terus oleh tim yang terancam degradasi. Lantas apakah Anda bisa mengatakan "Yang penting penguasaan bola kita menang" atau "Yang penting kita banyak ciptakan peluang" pada pemilik klub?. Pada akhirnya manajemen tidak mempedulikan berapa persen tim Anda menguasai bola dan menciptakan peluang, kalau ujung-ujungnya kalah dan tak mengumpulkan poin penuh. Dalam sepakbola raihan poin penuh (menang) adalah sebuah target utama tim, jika ingin menjauhkan diri dari pesaing lainnya. Kadang strategi bermain simpel, yang penting bisa cetak gol kemenangan, itu lebih baik daripada bermain ball posession tapi kalah. Tentunya bermain cantik dan mendapat kemenangan jauh lebih baik.


Memang betul, keberhasilan tidak bisa diraih secara instan. Ada saat dimana kita harus menghargai proses. Proses membuat kita belajar dan paham disetiap tahapan. Misalkan saja Anda seorang pengusaha bakso yang omzetnya 10 juta sebulan. Tapi ketika ditanya bagaimana caranya bisa meraih 10 juta tadi, kita tidak bisa menjawab atau mungkin menjawab "let it flow". 
 
Sama halnya kita tidak memahami proses. Bahkan mungkin ketika nanti buka outlet baru, kita tidak bisa menduplikasi sistemnya. Karena kita terbiasa let it flow, hanya berfokus pada hasil, dan tidak belajar dari proses tadi. Lain hal jika kita belajar berproses. Ketika ada ketidakberesan dalam satu hal, kita akan tahu dimana letak salahnya dan cara menanggulanginya.


Jadi mana yang lebih pentin, proses atau hasil? Keduanya penting.

No comments