Malam itu tepat menjelang waktu isya, hujan turun dengan intensitas ringan.  "Ke mesjid gak?". Salah seorang dari kami me...

UTAMA



Malam itu tepat menjelang waktu isya, hujan turun dengan intensitas ringan. 

"Ke mesjid gak?". Salah seorang dari kami mengajukan pertanyaan. Seperti sedang melakukan pemungutan suara.

"Hujan bro!". Kami sepakat menjawab.

Agenda ke mesjid pun jadi sekedar wacana, oleh karena terhalang gerimis yang tak diundang. Padahal kalau mau memaksakan, kami bisa pergi menggunakan payung. Karena hujan tak terlalu lebat. 

Ditengah rintik hujan tadi, kami mendapatkan informasi
"Futsal bro, jam 8 di tempat biasa!". Dari salah seorang teman via telepon. 

"Tapi hujan bro".

"Yaelah cuma gerimis. Lagian tempatnya deket. Gak bakal bikin basah kuyup".

Seketika kami iyakan ajakan tadi, tanpa menghiraukan halangan tadi. Seakan-akan berujar "kalau hujan rintik-rintik mah masih bisa diterobos". 

Kejadian dimasa lalu tadi, membuat kami berpikir ulang kembali. Seringkali kita mencari-cari alasan untuk meninggalkan ibadah, yang jelas-jelas perintahNYA. Dengan dalih sibuk karena urusan pekerjaan, hujan, ibadah tadi bisa ditunda, sampai urusan penting sekalipun yang sebenarnya sepele dan bisa diselesaikan dengan sangat mudah.

Tapi ketika sedang mengejar kesenangan dunia, rintangan seberat apapun akan dilewati dengan penuh perjuangan. Padahal jelas, hal yang paling utama untuk dipenuhi adalah perintah-NYA. Maka selama kita menganggap ibadah hanyalah tugas dan rutinitas, selama itupula kita bisa dengan mudah menangguhkannya. Berbeda ketika ibadah sudah menjadi kebutuhan yang tak bisa ditinggalkan dan harus dipenuhi seketika.

Kita yang membutuhkan Allah, sudah semestinya mengutamakanNYA demi mendapat ridho dariNYA. 

Semoga kita dijauhkan dari siksa-NYA dan selalu mengutamakan-NYA.

0 komentar: