“ Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa menda...

Raih Pole Position Di Mesjid



Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari 580).

Seringkali ketika menganggap posisi shaf pertama di belakang imam adalah posisi sakral. Hanya untuk para orangtua (sepuh), orang yang ilmu agamanya tinggi, atau orang-orang yang punya kedudukan di masyarakat. Seperti suatu waktu ketika shaf pertama kosong, orang-orang dibaris depan atau sekitar selalu mempersilahkan orang lain terlebih dahulu untuk mengisinya. Tanpa berinisatif langsung mengisinya sendiri.

Ada beberapa alasan orang tidak mau mengisi shaf pertama. Dari mulai sudah nyaman dibarisannya karena bisa nyender di tembok, biar adem di bawah kipas angin, tidak pede karena perspektif di atas, sampai biar keluar mesjidnya cepat kalau di barisan belakang. Padahal kalau saja tahu fadilah shaf pertama, orang-orang akan rebutan. Sekalipun diundi. 

Memang tidak semua orang mau menempati shaf pertama. Sepertihalnya dalam sebuah acara. Kursi atau barisan terdepan adalah khusus tamu undangan VVIP. Artinya spesial dan exclusive. Pastinya fasilitas yang didapat VVIP lebih nyaman dan banyak keunggulannya dibantung yang reguler. 

Kadang miris ketika melihat ada para orangtua yang menggeser (memindahkan) shaf pertama yang sudah ditempati anak kecil. Padahal anak kecil tadi sudah lebih dulu datang ke mesjid dan mendapatkan haknya dibanding orangtua tadi yang datang terlamabat. Dan miris juga saat ada orang lain yang mempersilahkan orang di belakangnya untuk menempati shaf pertama tadi. Atau bahkan sampai meminta tukar posisi. 

Jika diibaratkan, posisi shaf pertama tadi sama halnya dengan pole position di moto GP. Dan pastinya poin yang didapat saat meraih pole position lebih banyak dibanding posisi setelahnya. 

Akhir kata, jangan lewatkan kesempatan emas ini. Begitu ada peluang untuk meraih pole position, segera ambil. Tanpa perlu menunggu dan mempersiloahkan yang lain. Karena dalam ibadah tak perlu kita mendahulukan orang lain.

Semoga bermanfaat. So, masih mau raih pole position?

0 komentar: