Header Ads

ad

KAPOK



Manusia adalah makhluk sosial. Setidaknya itu yang pernah terekam dalam ingatan pada pelajaran ilmu pengetahuan sosial. Seperti yang pernah diterangkan guru kita dulu, masing-masing dari kita (manusia) tidak bisa hidup tanpa tidak memerlukan orang lain. Pasien membutuhkan dokter, produsen butuh konsumen, murid memerlukan guru, pelajar malas butuh contekan, jomblo butuh pasangan, dan lain sebagainya. Semuanya punya keterkaitan karena adanya kebutuhan.

Sekalipun beberapa tugas bisa dikerjakan seorang diri, tetap saja peran dan bantuan orang lain kita butuhkan. Sama halnya walaupun kita bisa selfie, tetap saja kita butuh orang lain untuk mem-foto diri kita. Selain bisa menangkap objek secara penuh, angle foto pun bisa diatur dan dipilih jika menggunakan jasa orang lain. 

Memang tidak semua orang bersedia membantu pekerjaan kita. Karena dibutuhkan sikap saling percaya dan menghargai. Dan itu tidak semua orang punya. Seseorang akan  merasa nyaman berinteraksi ketika mereka sudah saling mengenal. Kalau sudah mengenal, rasa percaya akan tumbuh bersama sikap menghargai. Ada beberapa alasan kenapa orang ingin membantu orang lain. Dari mulai merasa kasihan pada yang dibantu, ingin balas budi, modus (berharap imbalan), empati (karena pernah mengalami hal serupa), sampai terpaksa (dipaksa). Apapun motifnya, jika niatan membantu tadi dilandasi rasa ikhlas dan "jangan cintai aku apa adanya" (baca: tulus), semuanya akan fine-fine saja.

Lain halnya ketika kita berniat jadi tim tolong untuk orang lain, sekalipun niatan kita bukan modus namun respons darinya malah membuat hati tidak enak karena omelannya, akan berakhir dengan rasa penyesalan (kapok). Kapok untuk menolongnya kembali. Mungkin saja orang yang ditolong meluapkan kekesalan dan kemarahannya dengan cara ngomel-ngomel tadi karena bantuan kita ada yang tidak sesuai menurutnya. Karena tidak sesuai standarnya. Dan hal ini pun bisa terjadi pada kita ketika kita ditukar posisi. Kalau kita sedang membutuhkan bantuan, sementara di luar sana ada seseorang yang dengan rela membantu kita, lalu balasan kita kepadanya adalah omelah dan luapan kekesalan, apa yang akan mereka rasakan dan jika kita berada di posisi mereka? Mungkin akan memarahi balik? Yang pasti kita akan kapok membantunya kembali. Maka hargailah setiap usaha orang, terlebih jika mereka dengan sedia menukarkan waktu dan tenaganya untuk memudahkan (bantu) urusan kita.

Jangan bikin kapok orang dalam menolong.
 

No comments