Header Ads

ad

Harga Paperclip Dari Prada Seharga Rp 2.4 Juta Ini Bisa Buat Beli Mas Kawin Mblo!





Siapa yang tak kenal prada. Merek produk mode terkenal dari Italia, yang secara khusus memproduksi barang-barang mewah untuk pria dan wanita. Mulai dari tas seharga iPhone 7, sandal seharga biaya catering nikahan, sampai dompet seharga milyaran. Bagi kalangan sosialita, merek satu ini sudah menjadi langganan tersendiri.

Baru-baru ini Prada memamerkan produk terbarunya berupa sekeping paper clip alias penjepit kertas di situs barneys.com. Dan yang membuat publik heboh, harga yang dibandrol adalah $185 atau setara kurang lebih Rp 2.4 Juta (Kurs Dolar Rp 13.252). Wow! Sebuah harga yang tak masuk diakal untuk penjepit kertas dengan ukuran panjang 6.25 cm dan lebar 2.25 cm.

Pastinya produk tadi tidaklahcocok bagi kita-kita yang gajinya tiga koma. Tanggal tiga sudah koma. Jangankan beli paper clip tadi, untuk bayar kostan, listrik yang tiap tahun naik, dan biaya hidup yang semakin hari semakin banyak saja sudah "engap-engapan". 

Dikabarkan paper clip yang terbuat dari perak murni tadi dipasarkan untuk menjepit uang kertas. Kita mungkin tak memerlukan penjepit uang. Karena yang tersisia di dompet tinggal satu lembar lagi. Atau bahkan berisi koin-koin hasil perjuangan membongkar celengan. 

Bagi sebagian orang, membeli barang dengan merek ternama menjadi sensasi tersendiri yang bisa mendongkrak citra diri. Meski ada beberapa dari mereka jika punya uang Rp 2.4 juta, lebih baik diinvestasikan. Dibanding dibelikan penjepit kertas tadi. Atau bagi para jomblo, kalapun punya uang Rp 2.4 juta. Daripada dibelikan si Prada tadi, lebih baik ditabung atau dibelikan mas kawin. Biar lebaran tahun depan gak bingung lagi menjawab pertanyaan "kapan kawin?". Lumayan kan dapat 4.5 gram emas batangan plus pasangan hidup. Gak masalah gak punya barang mahal. Asalkan punya wanita yang "nggak murahan" (soleha) untuk dinikahi. #Tssaah. Hati senang batin tenang.

Dibalik kekonyolan harga yang dibandrol tadi, ada pelajaran yang bisa kita petik. Yang membuat harga sebuah barang menjadi berkelas, bukan soal terbuat dari apa. Tapi tentang siapa penjualnya. Dalam hal ini Prada adalah sebuah brand besar dan berkelas yang mengutamakan nilai kemewahan. Ketika brand sudah berbicara, maka para pembeli tidak akan menggunakan lagi logikanya untuk membeli. Tapi sudah menggnakan emosinya. 

Seperti halnya sebuah produk, kita pun sebagai manusia memiliki brand. Brand adalah tentang apa yang orang lain bilang. Seandainya orang-orang sekitar menceritakan kebaikan dan keunggulan diri kita pada pasar (dalam hal ini calon mertua), pastinya akan mudah diterima sekalipun dari segi fisik kita tidaklah unggul dibanding yang lain. Bahasa kasarnya parasnya dimaafkan. Apalagi jika ditambah dengan deretan prestasi dan investasi. Hati calon mertua mana yang tidak akan terpesona. 

Terakhir jika kita disuruh menjelaskan atau menceritakan produk si Prada tadi. Kita tidak akan jauh-jauh bercerita tentang sisi kemewahannya. Yang kalau produk tersebut dipakai, akan menambah kegantengan atau keanggunan berkali-kali lipat. Sekalipun rupa kita seperti teletubies, tak seperti selebritis. Dan dalam hitungan singkat, kasta kita akan beralih dari sudra ke bangsawan.

Untuk membangun brand tadi tentunya butuh perenungan panjang, upaya konsisten, dan target yang jelas. Sama halnya ketika ingin mendapatkan pasangan hidup. Positioningnya harus jelas. Jika dia belum bisa kita miliki. Jadikan diri kita yang pantas untuk dimiliki. So. sudah ada jawaban dari pertanyaan "kapan nikah, mblo?" #ooppsssss





No comments