Header Ads

ad

DURASI

  •  
  •  
  • Apa yang akan Anda lakukan jika Anda dikasih uang RP 24 juta untuk dihabiskan selama satu hari tanpa ada sepeser pun yang tersisa? Kalaupun ada yang tersisa, uang tesebut akan hangus. Dan keesokan harinya Anda akan dikasih kembali Rp 24 juta.

    Seperti itulah waktu. Dalam sehari kita diberi jatah 24 jam. Dipakai atau tidak, esoknya kita akan dikasih jatah yang sama kembali. Tentu amat disayangkan jika 24 jam tadi kita biarkan tak terpakai. Atau sangat memprihatinkan jika sebagian besar waktu yang diberikan tadi, kita habiskan untuk tidur dan mengisi perut. Padahal diluar sana, ada hal yang bisa kita dapatkan lebih, jika kita  mau menukarkan waktu dengan ikhtiar. Ikhtiar menjemput impian.

    Seorang yang pintar, superstar, bahkan pengusaha sukses sekalipun memiliki modal yang sama dengan kita. Lantas, atas dasar apa kita menyalahkan keadaan dan membenarkan hal yang tak semestinya ketika apa yang kita harap tak jadi nyata? Bukankah mereka dan kita punya modal yang sama. Sama-sama memiliki jumlah waktu 24 jam dalam satu harinya? Kalau mereka bisa lebih hebat dan lebih segalanya dari kita, sementara kita tidak atau belum bisa menyamai mereka, jangan salahkan keadaan. Salahkan diri, yang tak mampu mengatur waktu dengan semestinya. Sebab untuk mendapatkan sesuatu, kita harus menukarkan sesuatu.

    Boleh jadi mereka-mereka yang pencapaian hidupnya sudah berlebih, adalah mereka yang telah menukarkan waktu kongkow-nya dengan belajar. Disaat kita-kita sibuk mendatangi tempat hiburan, mereka malah sibuk mendatangi para guru dan mentornya. Atau disaat kita-kita berteriak "goooollll" di tengah hingar bingar yang melalaikan kewajiban, mereka malah sedang berteriak dalam batinnya meminta ampunan-NYA. Kita kemana? Kita dimana?

    Adalah hak setiap orang untuk memakai waktunya sesuai keinginannya. Sebab masing-masing kita, punya tujuan hidup berbeda. Namun sangatlah merugi jika kita tak mampu mengelolanya. Karena sesungguhnya setiap orang pastilah merugi kecuali, mereka yang beriman, melakukan amal soleh, dan saling menasehati dalam kebenaran juga kesabaran.

    Kita bahkan bisa membeli jam termahal sekalipun, tapi tidak untuk waktu. Sekalinya ia terbuang, tak akan bisa untuk diulang.  Mungkin karena waktu tak kasat mata, seringkali ia luput dari perhatian. Kalau saja waktu mampu diputar ulang, rasanya tak akan terhitung rasa penyesalan yang datang bergantian. Itulah alasan kenapa waktu tidak bisa dihentikan bahkan diputar ulang. Agar kita mau menghargainya dengan sebaik-baiknya. Sebab waktu amatlah bernilai.

No comments