Header Ads

ad

Dengan 3 Modal Ini, Kalian Tidak Akan Merasa Buntu Saat Menulis




Suatu hari seorang teman (sebut saja Mawar) pernah bertanya:
.
"Gimana caranya biar dapat ide tulisan yang mudah dan gak buntu saat menulis?".
.
Sebuah pertanyaan yang hampir semua dari kita pernah bertanya hal sama karena pernah mengalami. Kita dimasa depan akan ditentukan oleh kebiasaan kita hari ini. Sama halnya dengan menulis. Bagi mereka yang telah terbiasa menulis tentu tidak sesulit pada saat pertama kali menulis. Dari mulai memikirkan dan mengumpulkan ide, sampai tulisan tadi sampai pada pembaca. Semuanya bisa terlewati dengan mudah karena telah menjadi kebiasaan. Seolah polanya sudah tersusun. Tapi tidak bagi mereka yang tidak biasa menulis (penulis pemula) yang nulisnya kadang gimana angin berhembus (angin-anginan). It's ok. Tak perlu minder dengan status pemula. Sebab semua yang profesional pun berawal dari amatiran. 
.
Siapa yang sangka mereka yang terbiasa menulis bisa dengan mudah mendapatkan ide tulisannya? Kadang mereka pun mengalami masa-masa "mentok" atau "buntu" ide. Hanya saja mereka tidak menampakkan kebingungannya karena sudah tahu polanya. Nulis hapus, nulis hapus, sedikit-sedikit edit, sedikit-sedikit backspace adalah kondisi biasa, saat mengalami kebuntuan dalam menulis. 
.
Menulis mirip halnya dengan memasak. Ketika kita merasakan lapar stadium lanjut, reflek kita tertuju pada kulkas. Dengan harapan semoga ada makanan yang bisa langsung dimakan. Kalaupun tidak ada, setidaknya ada bahan-bahan yang bisa dimasak. Syukur-syukur isi kulkas komplit. Jika hanya ada telur dan mie instan (anak kost banget), hasil masakannya pastilah mie berserta telur tadi. Tidak mungkin jadi spaghetti, pizza, atau makanan berkelas lainnya. 
.
Bagaimana supaya bisa makan makanan berkelas dan bervariasi? Cara mudahnya sih beli aja. Kalau punya uang. Sama halnya dengan menulis. Gak bisa nulis dan ingin simple, tinggal bayar jasa ghost writer saja. Kalau dirasa belum punya budgetnya, cara yang rasional adalah dengan belanja bahan baku untuk memasak. BANYAKIN BAHAN di kulkas. Begitu isi kulkas sudah penuh dan komplit, mau masak apapun jadi. Menulis pun seperti itu. Butuh bahan baku berupa bacaan-bacaan baru. Selanjutnya kalau bahan sudah komplit tapi tidak masak bagaimana? Belajar. Tidak perlu belajar langsung dengan chef berkelas seperti Chef Juna, Chef Marinka, atau Chef Gorbachef. Kecuali sekali lagi jika kita punya budget untuk belajar langsung dengannya. Alternatifnya bisa belajar dengan MENCONTEK caranya memasak. Bisa googling atau streaming youtube. Gagal dipercobaan pertama wajar. Gagal di percobaan kedua, ketiga, keseratus, barulah ada yang tidak wajar. Trial and error tadi memang menyita waktu, tenaga, bahkan menguras dompet. Berbeda jika belaja langsung dengan mentornya. Biaya trial and error tadi akan terpangkas.
.
Dengan hal tadi, jika konsisten dilakukan lama kelamaan akan menemukan polanya. Jangan pernah takut salah. Semakin sering mencoba dan mengkombinasikan ide yang dimiliki, maka kita akan menemukan cara kita sendiri. Sekalipun diawal kita mencontek orang.
.
Dan 3 modal agar kita tidak merasa buntu saat menulis adalah:
1.JAUHI MAKSIAT.
Ini penting. Maksiat seringkali menutupi bahkan menghapus kreativitas. Intinya jangan lakukan yang tidak disukaiNYA. Lakukan yang hanya DIA sukai dan diridhoi-NYA.
.
2.PERBANYAK BAHAN
Sama halnya memasak. Perbanyak bahan tulisan dengan membaca. Baca! Baca! Begitu dapat inspirasi, catat biar gak lupa sebagai bahan tulisan nanti. FYI, biasa saya mencatat ide-ide buat tulisan di evernote.
.
3.CONTEK SANG MENTOR
Perbanyak mencontek. Karena mencontek adalah cara termudah dalam belajar. Bedakan plagiat dengan mencontek. Mencontek tidak semuanya full copy paste tanpa menyertakan sumber. Tapi dengan menulis ulang, mengkombinasikannya, dan menambah sentuhan kreativitas yang dimiliki dengan bahasa dan gaya tulisan kita..
.
Itulah 3 modal yang biar gak mentok alias buntu saat menulis. Semoga bermanfaat. Selamat berbelanja dan mengumpulkan bahan baku.  
.
motivaksi.blogspot.com

No comments