Header Ads

ad

4 Hal Ini Bikin Tulisan Di Sosmedmu Banyak Yang Baca.



Banyak hal untuk mengekspresikan (perasaan) diri. Salah satunya dengan menulis. Karena jika suara kita tidak didengar, tulisan kita akan dibaca. 

Ada rasa kelegaan ketika aksara telah berbicara, lewat tulisan yang kita rangkai. Seperti orang yang baru buang angin, setelah berhari-hari menahannya. 

Menulis tidak hanya membutuhkan ide saja. Tapi juga apresiasi. Salah satunya dengan hadirnya pembaca. Kalau
pun belum ada yang baca, minimal diri kita yang jadi pembaca setianya. Kalau bukan kita yang pertama mengapresiasi, siapa lagi? 

Saat ini platform media sosial jadi alternatif menuangkan tulisan. Bukan lagi buku tulis atau diary, tapi facebook bahkan instagram sudah menggeser peran pendahulunya. Alasannya utamanya selain banyak penggunanya, tulisan yang tersimpan didalamnya tidak akan hilang selama tidak kita hapus, akun kita tidak diblok mereka, atau FB dan IG harus tutup usia seperti friendster.  Lain hal jika kita nulis di buku diary. Rentan hilang karena rusak. Bisa dibilang FB dan IG saat ini sudah jadi diary digital tersendiri. 

Dari sisi yang hobi nulis, tidak ada perbedaan cara menulis dari manual (tulisan tangan) ke digital. Hanya medianya saja yang berubah. Sementara dari sisi pembaca, ada sedikit perbedaan. Khususnya perbedaan karakter. Mereka yang terbiasa membaca buku atau karya tulis lain, adalah mereka-mereka yang sudah terbiasa dan benar-benar suka baca. Sekalipun bacaannya panjang dan harus berjam-jam, bahkan berhari-hari untuk membacanya. Terlebih novel yang ribuan halaman. 

Lain halnya dengan para pembaca di dunia sosmed. Kebanyakan dari mereka bukanlah yang asli atau benar-benar suka baca. Mereka bukan pecinta baca sejati. Mereka hanya ingin membaca sesutau yang menarik dan menjadi trending topic saja. Dampaknya mereka jadi lebih cepat mengambil kesimpulan isi tulisan hanya dari judul atau tulisan diawal paragraf saja. Karena dengan begitu mereka merasa sudah memahami seluruh tulisan. 

Nah, biar tulisan kita bisa diterima pembaca sosmed (banyak yang baca). 4 Hal ini bisa dijadikan rumusan.

1.Menulislah dengan ikhlas dari hati. Bukan karena ingin menambah follower dan mendapat banyak likes.
Dengan begitu pikiran kita tidak akan mudah terbebani. Karena kita menulis benar-benar ingin berbagi saja. Bukan yang lain. Beda halnya jika kita mengejar jumlah follower atau likers. Begitu follower tidak bertambah dan jumlah like sedikit, kita jadi mudah stress karena beban pikiran.

2.Kuatkan judul.
Judul sepertihalnya kesan pertama saat kita menilai seseorang. Kalau kesan pertama sudah bagus, kesan berikutnya akan berlanjut.
Dalam hal ini kita bisa membuat judul yang nyentrik, fantastis, bombastis, menarik, memancing penasaran, bahkan kontroversi sekalipun. Tujuannya biar para pembaca mengklik tulisan kita dan mau membaca paragraf awal tulisan.

3.Rampingkan tulisan.
Bagaimanapun tulisan dengan bentuk paragraf panjang tidak akan enak ditangkap mata. Hanya membuat mata lelah. Jangan sampai terlihat ada paragraf yang panjang dan gemuk. Sesuaikan dengan nafas kita saja. 

4.Selipkan humor.
Kebayang kan kalau tulisan yang kita baca paragrafnya panjang dan gemuk, ditambah isinya serius. Yang ada kita bosan dan meninggalkan bacaan tadi. Dengan menyelipkan humor di tengah-tengah tulisan, para pembaca akan terjaga mood-nya. Seakan tidak terasa ngantuk karena mata yang berat. Karena kebanyakan mereka-mereka yang jadi seleb dunia maya adalah mereka-mereka yang cantik, ganteng, dan lucu. Akun-akun lucu buktinya banyak follower-nya, likers-nya, dan shareable. 


Dengan 4 hal ini semoga bisa dijadikan rumusan agar tulisan kita di sosmed jadi banyak yang baca. Minimal ada yang baca. Sekalipun diri kita sendiri. Selamat bereksperimen.

No comments