Header Ads

ad

Call Her Medina

Kau seperti mentari. Diantara kerumunan sekitar, kau yang paling berbinar. Diantara rasa yang beradu, kau yang selalu dirindu.

Aku mengenalnya dari sebuah cerita. Tak lebih dari apa kata orang. Orang sekitar yang selalu bercerita kecantikannya. Tepatnya saat mulai mengenal aksara.

Sebuah perkenalan tanpa pertemuan menjadikan kurang begitu akrab dengan sosoknya. Tak pernah bertukar kabar, karena ruang yang terlalu lebar.

Setidaknya Aku pernah punya harap, agar temu mampu bertamu. Dengannya dalam waktu yang ku semogakan. Sampai kita saling menatap.

Lewat harap yang menjadi nyata. Bukan waktu yang memaksa. TakdirNYA-lah yang memeluk. Kini penantian panjang itu telah menjadi penantian berharga. Aku dengannya saling menatap dan mengenal lebih dekat, tanpa ada lagi sekat.

Benar kata mereka. Dia tidak hanya terlihat cantik. Tapi nyata cantiknya. Memaksa seluruh mata melirik untuk menarik perhatian. Sosoknya yang meneduhkan membuat siapapun betah berlama-lama menatapnya. Mungkin ini yang dinamakan cinta. Cinta lama yang bersemi kembali dipandangan pertama.

Untuknya yang selalu dirindukan. Yang membuat terikku menjadi teduh. Harapku menjadi rindu. Juga mimpiku jadi terjaga.
Call her Medina.

No comments