Header Ads

ad

3 Hal Penghambat Kemajuan Diri



Setiap orang pada dasarnya ingin memiliki kehidupan yang lebih baik, baik dari segi ilmu maupun materi. Berbagai cara aktualisasi diri dipilih dan dilakukan untuk mendapatkan dua hal tadi. Sebab seseorang melakukan sesuatu pasti karena memiliki motivasi. Dan dia punya motivasi karena ada kebutuhan.

Apapun bidang profesi yang kita pilih, akan selalu ada motivasi juga kebutuhan dalam melakukannya. Dalam hal ini mendapatkan kehidupan yang lebih baik, baik dari segi ilmu maupun materi tadi. Bagi seorang profesional tentu mengharap kemajuan diri lewat peningkatan karir, promosi jabatan, kenaikan gaji, dan prestasi gemilang lainnya. Sedang bagi seorang entrepreneur sudah pasti mengharapkan bisnisnya bertahan dan menggurita, kenaikan omzet, memberi banyak manfaat, juga menjadi solusi bagi permasalahan sekitar.

Tidak ada yang salah dengan dua hal tadi. Sebab apapun profesi yang sedang digeluti, hasilnya pasti untuk memenuhi kebutuhan diri (nafkah). Bekerja memang untuk mendapatkan nafkah. Tapi di luar itu ada nilai yang tak juga kalah penting nya. Seperti pertama, bekerja adalah ibadah. Karena dengannya kita berarti mensyukuri dan mengoptimalkan nikmat dan karunia berupa talenta yang telah diberikanNYA pada kita. Kedua, kita mendapatkan ilmu dan pengalaman baru, yang sebelumnya bisa saja tidak didapat di bungkus kuliah. Dan ketiga, dengan bekerja relasi kita akan bertambah. Bahkan menjadi variatif dan lintas background.

Agama menjelaskan manusia terbaik adalah yang hari ini lebih baik dari hari sebelumnya. Tanpa kemajuan diri, tak mungkin kita jadi lebih baik. Artinya kemajuan diri harus di dasari dari kemauan diri. Sebab bagaimana mau dan bisa maju, kalau kita berkemauan untuk maju. Maju disini dapat diartikan bersinar dan terlihat (visible).

Namun ada 3 hal yang bisa menghambat kemajuan diri. Jika tidak dihindari, malah kemunduran diri yang akan didapat. 3 hal itu adalah:

Pertama, BLAME. Penyakit menyalahkan. Mereka yang terkena penyakit ini, apapun yang ada di sekitarnya akan menjadi kampong hitam baginya. Ketika target tidak tercapai, kena komplain pelanggan, mereka sibuk mencari kampong hitam dan menyalahkan sistem, karyawan, mitra, waktu, dan lain sebagainya.

Kedua, Excuse. Selalu banyak alasan, membuat kredibilitas kita menurun. Ketika dimintai rekan kerja pertolongan, dia sibuk dengan berbagai alasan penolakannya. Mulai dari pura-pura sibuk, pura-pura sakit, nenek meninggal, dan lain sebagainya.

Ketiga, Denial. Menolak ketika disuruh belajar. Ketika diberikan tugas baru, dengan tegas menolaknya dengan alasan bukan job descriptionnya, atasannya raja tega, merasa paling senior, danain sebagainya. Padahal jika tentangan tadi diambil, kompetensi dan pengalaman kita akan ikut bertambah.

Ketiga penyakit tadi jika disingkat menjadi BED. BED artinya tempat tidur. Jika tidak mau maju, lebih baik selamanya di tempat tidur, bermalas-malasan.

Semoga bermanfaat

No comments