Header Ads

ad

HIDUP BUTUH PROSES, BUKAN PROTES!



Jika ada seseorang yang dengan bermodal keberanian dan kepercayaan dirinya menawarkan bahkan menjanjikan bisa menggandakan uang seketika dan tanpa proses usaha. Lantas apakah kita langsung bisa percaya begitu saja? Sekalipun seseorang tadi berpenampilan layaknya pemuka agama, bertutur halus, dan terlihat baik. Kebaikan memang bersifat universal, sekalipun tidak mengandung kebenaran. Itulah kenapa kebaikan lebih mudah diterima oleh setiap orang.

Segala sesuatu yang tercipta di dunia ini tidak lahir begitu saja secara instan tanpa sebuah alasan dan tanpa melewati sebuah proses. Kita lahir ke dunia tidak langsung sebesar kita yang sekarang bukan? Kupu-kupu yang indah pun tidak lepas dari proses metamorfosisnya. Mie instan pun begitu dibuka dari bungkusnya tidak langsung tersaji seperti yang tergambar di bungkusnya kan? Semuanya butuh proses. Untuk mendapatkan gelar sarjana pun tetap harus melewati serangkaian proses bukan? Sekalipun kita membeli gelar dan ijazah, tetap makan proses. Bahkan pinjam uang sekalipun, tidak serta merta peminjamnya memberikan begitu saja tanpa proses bahkan syarat bukan?

Berharap dan menginginkan hasil lebih tanpa dibarengi usaha adalah sebuah kemustahilan dan menjadi penyakit yang mulai menjangkit sebagian dari kita. Hidup memang butuh proses, bukan protes. Saat kita lapar, kemudian kita berdoa meminta dihapus rasa laparnya, apakah lantas hilang rasa lapar tadi? No. Ada proses yang harus dilewati untuk menghilangkan lapar tadi, dengan makan misalnya. Ketika kita merasa lelah dan letih, kemudian kita berdoa meminta dihilangkan rasa letih tadi. Apakah rasa lelah dan letih kita seketika hilang? Sekalipun kita berdoa siang malam, rasa lelah tadi tidak akan hilang. Sebab harus ada proses yang dilewati, lewat istirahat dan tidur untuk melepas lelah dan letih tadi.

Dan jika di luar nanti kita menemukan orang-orang yang hanya bermodalkan kepercayaan diri, keberanian, dan bermuka tebal menawarkan janji-janji bisa menggandakan uang atau mendongkrak taraf perekonomian menjadi lebih baik tanpa ada usaha, lebih baik tinggalkan orang tersebut. Satu lagi, jangan pernah mempercayai orang yang berhutang. Sebab bisa jadi mereka menawarkan janji-janjinya pada saat berhutang agar keinginannya terpenuhi. Begitu inginnya telah terkabul, janji-janjinya dengan mudah dia lupakan begitu saja. Ngeri. Janji-janji pemilu misalnya. #Ooppss

-Catatan dari seseorang yang berusaha menjadi muslim disetiap musim.



Kota Banjar.

No comments