Kebahagiaan seringkali menjadi hal yang diperebutkan. Setiap orang ingin mendapatkannya. Tapi tidak kesemuanya bisa merasakannya. Seb...

Yang Tak Tampak Memberi Dampak



Kebahagiaan seringkali menjadi hal yang diperebutkan. Setiap orang ingin mendapatkannya. Tapi tidak kesemuanya bisa merasakannya. Sebagian ada yang menganggap kebahagiaan tadi sebagai tujuan. Dimana apa yang tengah diupayakan nantinya bisa mendapatkan ganjaran berupa kebahagiaan tadi. Pertanyaannya jika kebahagiaan adalah tujuan dan ditengah perjalanan kita tidak sampai pada tujuan tadi oleh karena berbagai sebab, bisakah disebut bahagia? Jika kebahagiaan adalah tujuan, artinya ada jeda waktu tunggu selama kita diperjalanan tadi. Seberapa lama kita mampu dan mau menuggunya? Semisalnya kita akan merasakan dan mendapatkan kebahagiaan ketika sudah mampu mendapatkan lamborghini terbaru. Jika kita baru bisa mendapatkannya 10 tahun kemudian, maukah kita menunggu untuk waktu yang tidak sebentar tadi? Jika pada kenyataannya kita baru mampu membeli mobil sekelas avanza, apakah bisa dikatakan bahagia? Atau malah sebaliknya karena indikator kebahagiaannya berbeda.

Kebahagiaan bukanlah sebuah tujuan. Tapi perjalanan. Tidak harus ditunggu untuk waktu yang lama. Tapi kita sendiri yang ciptakan dan rasakan dari sekarang. Ya. Saat kita mampu mensyukuri apa yang sudah didapat dan memantaskan diri untuk apa yang belum didapat, disanalah kebahagiaan berasal. Waktu yang lama tidak menjamin kita bakal bahagia. Materi berlimpah tidak serta merta memberi garansi kebahagiaan unntuk kita. Pun dengan kedudukan yang sedang diduduki. Tak sedikit orang kayak bergelimang harta tapi tidak bahagia karena hidupnya terpenjara oleh sakit dibalik jeruji. Bukan berarti tidak boleh kaya dan kaya tidak menjamin bahagia. Kaya hanyalah akibat yang disebabkan dampak. Rasa syukur tadilah yang menjadi dampaknya. Apa yang tengah kita rasakan dan miliki itu bisa jadi karena kita yang pandai bersyukur juga tak lepas dari do'a orangtua yang tak surut senantiasa terpanjat. Tak tampak, tapi memberi dampak. Bisa jadi keberuntungan yang tengah dirasakan kita karena do'a dari mereka. Dan jika pernah melihat ada mereka yang beruntung namun jauh dari rasa syukur, bisa jadi do'a orangtuanya yang masih ada yang telah jadi penolongnya. Dan ketika orangtuanya telah tiada, bukan tidak mungkin hidupnya akan dilingkupi kesulitan hidup.

Jangan remehkan rasa syukur dan do'a. Klise memang tapi tidak semuanya mampu dan mau melakukan. Dan disanalah kesempatannya. Saat yang lain melupakan rasa syukur dan do'a yang seringkali tak tampak namun memberi dampak. Kita bisa jadi pembeda diantar yang lain. Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Sebab dengan bersyukur hidup kita akan makmur dan kufur akan membuat hidup jadi hancur.

0 komentar: