Header Ads

ad

Menjadi Risk Taker

Menjadi Risk Taker Bukan Gambler

Tidak semua orang beruntung dalam mendapatkan sesuatu. Ada yang dengan mudah mendapatkan sesuatunya tanpa ada usaha. Kita sebut mereka beruntung. Sebaliknya yang tidak selalu mendapatkan yang diinginkannya, disebut kurang beruntung.

Orang yang ikutan kuis, dapat hadiah cuma-cuma kita sebut beruntung. Portugal menang di final kemarin, padahal jarang menang di waktu normal, hampir tidak lolos kualifikasi grup, kemudian tiba-tiba tanpa diduga menang di final lawan perancis. Kita sebut beruntung. Ada tim lain menang adu penalti, kita sebut juga beruntung. Sebetulnya apa sih beruntung itu? Apakah bisa diciptakan?

Kita mungkin menyebut mereka beruntung karena mendapatkan apa yang diimpikannya terlihat dengan mudah tanpa tahu proses yang dialaminya. Simplenya hanya tahu hasil tanpa tahu proses. Bisa jadi mereka berjuang berdarah-darah dalam mengupayakan mimpinya. Sementara kita, tinggal nonton nikmati hasilnya layaknya penonton.

Berbicara keberuntungan. Saya sangat tidak setuju jika ada acara atau kuis yang hadiahnya diundi berdasarkan keberuntungan gambling tanpa ada usaha. Sah saja mereka mengadakan kuis tadi. This is just perspective. Misal ada kuis berhadiah mobil misalnya, syaratnya cukup isi identitas diri kirimkan ke alamat tujuan. Pemenangnya nanti diundi. Siapa yang menang dia yang beruntung. Hal ini bisa kita temui, di pusat perbelanjaan misalnya. Bukan tidak suka karena belum pernah menang. Tapi bagi saya hal tadi tidak jauh beda dengan judi. Ketika yang ikutan ribuan orang memperebutkan satu hadiah. Dimana pemenangnya diumumkan berdasarkan aduk-aduk kupon, mirip lotere.

Memang kalau belum menang disebut belum rezekinya atau belum beruntung. Tapi bukankah lebih fair jika pemenangnya ditentukan dari hasil usahanya. Bukan tanpa usaha tiba-tiba dapat hadiah. Non sense.
Apapun itu. Keberuntungan akan datang ketika kesiapan bertemu dengan kemampuan. Dan kita bisa mengundangnya selama kita dekat pada yang Maha Pemberi. So. Ikhlaskanlah apa yang tidak bisa kita miliki

No comments