"Kayaknya enak ya kalau Aku kerja disana?". "Bro. Kayaknya enak ya kalau gue kerja di tempat lo". "Beruntung bange...

Mendapatkan Yang Tak Didapat

"Kayaknya enak ya kalau Aku kerja disana?".
"Bro. Kayaknya enak ya kalau gue kerja di tempat lo".
"Beruntung banget dia bisa kerja disana".
"Kayaknya enak ya kalau punya bisnis". 

 

Pernah bertanya-tanya dalam diri seperti tadi?
Merasakan apa yang sedang didapat orang lain terlihat begitu indah. Sementara diri kita meminta dikasihani karena merasakan ketidakberuntungan. Oleh sebab kita tak seperti mereka. Padahal bisa saja mereka berpikir sebaliknya. Mungkin saja mereka merasakan hidup kita dan apa yang kita dapatkan jauh lebih baik dan beruntung dibanding mereka.

Seringkali kita tergoda karena rumput tetangga lebih hijau. Tapi kita lupa, rumput mereka hijau karena sering dirawat, disiram, diberi pupuk. Sementara kita sibuk memperhatikan rumput tetangga dan lupa pada rumput di halaman sendiri.

Sebenarnya apa yang sedang kita lakukan saat ini. Apapun profesi dan kegiatannya, kita sudah mendapatkan apa yang tidak didapatkan orang lain. Boleh jadi kita seorang karyawan yang tidak bebas seperti pengusaha. Tapi disisi lain kita dapat belajar dan punya ilmu mengenai perusahaan, dapur perusahaan, hingga laporan dari A-Z perusahaan. Bisa jadi kita pengusaha yang harus kerja keras dan terus kreatif berinovasi. Tapi disisi lain kita dibentuk menjadi karakter yang pantang menyerah. Kita memang tidak mendapatkan satu hal tapi kita mendapatkan yang lain. Kuncinya tetaplah bersyukur dan teruslah belajar.

Misal ketika kita mengikuti sebuah kelas. Bisa jadi kita kehilangan waktu untuk bermain dan berkumpul dengan teman. Tapi disisi lain ilmu kita jadi bertambah dan network kita pun semakin berkualitas. Selalu ada hal lain yang bisa kita ambil. Selama kita berpikir positif. So. Jangan sibuk melihat-lihat rumput tetangga. Rawatlah rumput kita sendiri.

0 komentar: