Jika Anda dikasih pilihan. Misalkan Anda bekerja disbuah perusahaan. Perusahaan pertama mengharuskan Anda masuk tepat waktu, jika telat sem...

Boleh Kok Telat. Asal....

Jika Anda dikasih pilihan. Misalkan Anda bekerja disbuah perusahaan. Perusahaan pertama mengharuskan Anda masuk tepat waktu, jika telat semenit gaji Anda dipotong. Tapi di perusahaan ini Anda diberdayakan dan dididik jadi seorang pemimpin. Atau yang kedua, perusahaan yang jam kerjanya santai alias bebas apapun dilakukan sesuai hati tapi tanpa visi perusahaan yang jelas dan tidak ada pemberdayaan karyawannya. Kira-kira mau pilih yang mana?

Sebagai seorang pemimpin perusahaan tentunya menginginkan kinerja yang baik juga hasil kerja yang sesuai target bahkan melebihi. Apa jadinya jika Anda seorang pemimpin perusahaan tapi karyawan Anda banyak yangtelat datang kerjanya? Apakah akan memarahinya? Memberikan SP3? Atau membiarkannya begitu saja?

Bagi saya jika saya menjadi pemimpin perusahaan, memarahi karyawan secara sering tidak akan mampu mengubah karakternya yang sering ngaret. Percuma. Daripada sering memarahinya. Lebih baik diciptakan sistem kerja yang nyaman dan menyenangkan bisa lewat briefing yang menyenangkan. Dengan begitu secara tidak langsung memaksa para karyawan yang telat datang akan merasa kecewa karena tidak ikut briefing yang dikemas menyenangkan. Setidaknya lawanlah kemalasan mereka dengan kreativitas yang dimiliki. Jangan dengan amarah yang tak mengubah dan menghasilkan apapun.

Jika mereka sudah merasa memiliki menta pemimpin. Bersikap salah akan mereka akui dan berjanji untuk tidak memilikinya. Dan jika di lawan dengan kreativitas, mereka akan menyayangkan waktu yang terlewatinya. Seperti halnya seorang pecinta sinetron yang kehilangan satu episode untuk tidak menontonnya. Pastinya bakal kecewa dan menginginkan episode ulangnya.

#ComeOnMoveOn

0 komentar: