Header Ads

ad

Asiknya Belajar Sambil Digaji



Setiap tempat adalah sekolah. Setiap orang bisa menjadi guru. Dan setiap waktu adalah hal terbaik untuk belajar. Belajar bisa dimana pun, kapan pun, dan dari siapapun Tanpa harus terbatasi ruang dan waku. Terlebih di era digital sekarang ini. Semua informasinya bisa didapat dengan mudah dengan sekali sentuhan dalam genggaman.

Tak mengherankan jika ada sebagian orang berpendapat kalau waktu adalah hal yang sangat bernilai dan berharga mahal. Karena seperti aliran sungai yang tidak akan mengaliri tempat yang sama. Waktu pun demikian. Tidak bisa diputar ulang. Kita diciptakan dalam keadaan yang sama (lapar dan bodoh). Artinya masing-masing dari kita punya peluang dan kesempatan yang sama, tergantung bagaimana cara kita memaksimalkannya. Dari mulai kita lahir sampai sekarang, waktu yang diberikan untuk kita hanya 24 jam sehari. Tugas kita menggunakannya dengan sebaik-baiknya (manfaat). 

Dari 24 jam waktu yang diberikan, sudahkah kita membagi sesuai porsinya? Berapa persen untuk beribadah, belajar, hingga bermain asyik menikmati ciptaanNYA. Jangan sampai kita protes dan mengutuk keadaan ketika melihat keberhasilan orang lain sementara kita masih disitu-situ aja, masih begini-begini aja (stagnan). Padahal waktu yang diberikan sama. Tanpa perlu mencari kambing hitam, bukankah lebih baik kita bercermin dulu? Jangan tanya KENAPA karena itu hanya akan melahirkan jawaban alasan. Tapi bertanyalah BAGAIMANA, karena darisanalah kita akan menemukan jawaban dari permaslaahan.

Bagi yang masih sekolah dan kulliah, itu sudah pasti dikategorikan sedang belajar. Meskipun tidak sepenuhnya yang sekolah dan kuliah datang membawa niat untuk belajar (benar). Bagi yang sudah bekerja atau berwirausaha pun sebenarnya sama. Sama-sama sedang belajar. Bedanya mereka belajar sambil dibayar. Asik kan? Disamping dapat ilmu dapat uang juga. Lengkap sudah. Maka nikmat mana yang kalian dustakan?

Apapun profesi kita, dimanapun kita bekerja atau mempekerjakan. Jangan sampai kita hanya menukarkan tenaga dengan gaji (uang). Selain ibadah, ada proses belajar yang sedang dan harus kita nikmati. Saat kita bekerja sebenarnya kita sedang belajar. Belajar memikul tanggung jawab. Belajar bekerjasama. Belajar bersosialisasi dan adaptasi. Belajar mengenal karakter orang (rekan). Dan belajar banyak hal lainnya yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya. Kalau terus menerus dilakukan, ilmu yang kita miliki bisa terus bertambah dan bisa menjadikannya skill. Maka sungguh rugi jika kita kerja hanya menukarkan waktu dengan tenaga kita untuk mendapatkan imbalan (gaji) tapi tidak mendapatkan apa-apa alias pengalamannya nol besar sekalipun masa kerjanya sudah belasan tahun.

Jangan mau jadi robot yang setiap hari melakukan rutinitas yang sama. Sebab rutinitas bisa membunuh kreativitas. Manfaatkan waktu sebaik mungkin., Jangan sampai penyesalan datang menghampiri. Usir rasa penyesalan dengan penuh syukur dan mau terus untuk menjadi pembelajar. Kerja hanya untuk uang itu capek dan tidak akan bisa kita nikmati. Karena hal tadi menjadikan kita diperbudak uang. So, apapun profesi kita, dimanapun kita bekerja. Teruslah belajar dan tetaplah merasa lapar akan ilmu.

No comments