Kecelakaan ketiga sepanjang bawa motor. Alhamdulillah ma sya Allah. Masih diberi fisik sempurna & diberi kesempatan memperbai...

Jatuh Itu Sakit. Tapi Ada Yang Lebih Sakit.



Kecelakaan ketiga sepanjang bawa motor. Alhamdulillah ma sya Allah. Masih diberi fisik sempurna & diberi kesempatan memperbaiki diri.
Kalau kata orang, resiko di jalan raya kalau gak nabrak ya ditabrak. Kita sudah hati-hati kadang pengendara lain yang tidak hati-hati. Intinya bisa jadi ini ujian, hukuman, atau peringatan keras. Hanya kita yang tahu dan bisa merefleksikan diri.
Ketika pengendara hanya sebatas bisa mengendarai tapi tidak paham dan mematuhi rambu lalu lintas. Selama itu kecelakaan tidak akan bisa dimininalisir.
Dari kejadian ini, hikmah yang bisa diambil. Kematian bisa datang kapan saja tanpa bisa ditawar, tanpa bisa diduga. Saking cepatnya. Seperti yang hari ini dialami walaupun bukan kematian tapi masih dalam kategori kecelakaan. Ketika Mata tertuju pada kaca spion dan disana tidak ada objek sama sekali yang tertangkap mata. Tiba-tiba dalam hitungan detik sekejap mata datang pengendara lain dari belakang dengan kecepatan penuh layaknya marquest, insiden terjadi tanpa diprediksi tanpa diduga. Begitu cepat.
Pelajaran lainnya. Jika kalian punya anak, adik, saudara yang masih kecil belum cukup umur dan sudah mulai mengendarai kendaraan. Berhati-hatilah. Karena kondisi psikologis mereka kadang masih labil mudah terpengaruhi hal lain. Pastikan ajarkan cara berkendara yang baik dan benar. Jangan hanya diajarkan cara mengendarainya saja. :)
BTW. Jatuh itu sakit ya. Tapi lebih sakit lagi kalau si dia jatuh ke pelukan orang. #aassseek

0 komentar: