Header Ads

ad

Mempertahankan Itu Sulit

Ketika mendapatkan terlihat lebih mudah dibanding mempertahankan. Karena mempertahankan jauh lebih sulit dibanding mendapatkan.

Mempertahankan dan meneruskan kesuksesan orangtua, misalnya. Upaya dan doa yang mereka bangun, bisa runtuh dalam hitungan detik karena ulah kita (anak).

Yang orangtuanya dulu sukses dan berjaya, kini anaknya hidup sengsara pun ada. Harta dan warisan darinya mereka (anak) habiskan untuk menyambung hidup, sampai lupa belajar dari pengalaman pendahulunya (orangtua), tentang bagaimana cara mereka bisa kuat, yakin, dan tak kenal lelah dalam mewujudkan impiannya. Kita lupa belajar dan meminta ilmunya. Karena kita silau dengan hasil pemberiannya.

Boleh jadi saat sekarang kita hidup di keluarga berkecukupan, itu karena ada upaya dan doa yang tak henti mereka panjatkan. Dan saat mereka telah tiada sementara kita hidup sengsara. Jangan salahkan mereka. Karena bisa jadi sudah tidak ada lagi orang yang mendoakan kita. 

So. Apa yg kita dapatkan sekarang dan semua keberuntungan yang kita dapatkan, ada doa dari mereka yang tak henti dipanjatkan kepadaNYA. Tapi, setelah mereka tiada. Bisakah kita mengulang dan merasakan kembali kehidupan yang pernah kita rasakan sebelumnya? Jika tidak, bisa jadi kita beruntung karena masih ada doa orangtua. Jika tidak, pertanda doa mereka sudah habis untuk kita. Dan tidak ada lagi yang mendoakan kita.

No comments