Header Ads

ad

HIDUPLAH DENGAN NORMAL


“Berterima kasihlah pada semua orang, karena siapapun datang di hidup kita untuk memberikan pelajaran”
“Kamu bisa menjadi seperti sekarang ini bukan karena diri kamu sendiri, tapi karena semua orang yang pernah kamu temui, lihat, dan dengar”
Semua orang mampir dalam hidup kita untuk suatu alasan, bahkan dari mereka yang tidak pernah kita temui.
Saat Zayn Malik memutuskan keluar dari One Directions. Pertanyaan yang jadi trending topic adalah "kenapa?". Setelah Ia mengumumkan alasannya, ia hanya ingin hidup seperti orang biasa.
“Saya ingin menjadi pemuda normal yang selalu bisa pulang ke rumah”, ujarnya.
Sama seperti kita, Zayn Malik mencari kebahagiaan. Tapi setelah semua materi yang dia dapatkan, ternyata ia menginginkan sebaliknya. Bukan harta dan popularitas yang benar-benar membahagiakannya. Meskipun mulai banyak spekulasi bahwa keluarnya dia dari One Direction karena hal lain, pernyataannya tetap membuat saya mempertanyakan kembali untuk mendefinisikan ulang kebahagiaan dari sekedar harta dan materi semata.
Menikmati Waktu
Pelajaran selanjutnya datang ketika saya mendengar berita Olga Syahputra meninggal dunia.
Setelah satu tahun berjuang melawan penyakitnya, Olga menghembuskan napas terakhirnya di usia 34 tahun. Usia yang masih sangat muda. Apalagi di tengah kesuksesan dan kelimpahan harta yang dimilikinya.
Meninggalnya Olga membuat saya berpikir kembali tentang satu hal paling berharga: waktu. Olga membayar semua pencapaiannya dengan bekerja sangat keras, menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk bekerja dan bekerja. Saat masih aktif beraktivitas, kita bisa menemukan Olga hampir di tiap stasiun televisi, dari pagi sampai malam. Pagi ada di Dahsyat, siang taping untuk acara malam, sore ada di Pesbukers, malam ada di YKS, dan besok paginya sudah ada di acara yang sama. Belum lagi acara offline yang mungkin mengharuskannya berpindah dari satu kota ke kota lain.
Waktunya hampir seluruhnya dihabiskan untuk bekerja, yang menurut saya juga menjadi penyebab dirinya jatuh sakit. Saat jatuh sakit, kita bisa melihat bahwa Olga punya segalanya, tapi ia tak punya waktu. Waktu yang ia punya harus digunakan semuanya untuk menjalani pengobatan sehingga tak ada waktu tersisa untuk hal lain, hingga akhirnya Olga dipanggil Sang Pencipta. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan menerima amal kebaikannya.
Hal ini kembali membuat saya berpikir, bahwa bisa jadi tidak ada yang lebih berharga dari waktu. Kunci bahagia bisa jadi hanya ada pada waktu dan bagaimana kita bisa menikmati apa yang kita punya. Tanpa pernah memiliki waktu, sebanyak apapun materi yang kita punya, sebesar apapun harta yang ada, semua tidak akan berarti apa-apa.
Semua yang kita lakukan pada dasarnya adalah usaha kita untuk menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan memang abstrak, karenanya kita selalu berusaha mendefinisikannya pada hal-hal yang bisa diukur: uang yang banyak, penampilan yang memukau, pasangan yang rupawan, dan berbagai materi lainnya.
Apa yang saya pelajari dari Zayn dan Olga justru sebaliknya. Kebahagiaan yang sebenarnya tidak berasal dari sana. Ia sejatinya datang dari hal-hal sederhana, seperti bisa pulang ke rumah dan menikmati waktu bersama orang yang kita cinta.
Terima kasih untuk pelajarannya. Terima kasih untuk mampir dalam hidup saya. Terima kasih telah membuat saya mempertanyakan kembali arti kebahagiaan.

Dari tulisan tumblr: academicus

No comments