Rezeki itu misteri. Layaknya jodoh, yang kita tidak akan tahu pada siapa hati ini nantinya akan berlabuh. Tak peduli berapa kali kita...

Semoga Jodohku Itu Kamu



Rezeki itu misteri. Layaknya jodoh, yang kita tidak akan tahu pada siapa hati ini nantinya akan berlabuh. Tak peduli berapa kali kita terjatuh, berapa cinta yang terlewati. Yang terpenting kita hidup menua bersama dengan orang yang dipilihkanNYA untuk kita.

Siapapun dia. Orang yang tidak kita kenal sebelumnya atau bahkan orang yang kita kenal disekitar kita. Ada yang lahirnya di tanggal dan tempat bersamaan, hidup menua bersama dalam ikatan keluarga. Seperti salah seorang teman.

Ada yang gagal dalam memilih pilihannya. Bukan karena saling tidak suka. Tapi karena ayahnya satu sama lain menyimpan dendam lama yang berujung jadi perseteruan. Itu terjadi pada teman saya. Siapa yang sangka yang dulunya saling sapa, teman akrab, kini bermusuhan dan saling menjauhkan satu sama lain. Mungkin saja ini pilihan terbaik bagi keduanya. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi lewat dari detik ini.

Jika perjodohan bisa membahagiakan sebagian pihak. Lantas sebagian lagi bisa di sebut bahagia? I don't think so. Dari pengalaman beberapa teman yang dijodohkan, utamanya wanita. Mereka terpaksa merelakan pilihannya demi membahagiakan sebagian pihak. Disisi lain mereka punya hak untuk memilih pilihannya. Memang sekarang bukan lagi zamannya Siti Nurbaya, tapi zamannya Siti Badriah ‪#‎eh‬.

Satu pelajaran yang kita petik. Tidak perlu kita menjadi petualang cinta yang sibuk menyelami hati orang yang ujungnya menggantungkan diri pada prinsip "Kita akan dipertemukan dengan orang yang salah, sebelum dipertemukan dengan orang yang benar". Cukup memantaskan diri sebaik-baiknya sebelum kota menjemputnya nanti. Just do it.

BTW para ladies bagaimana tanggapannya tentang perjodohan yang mana kalian tidak yakin pada si calon bahkan tidak memiliki rasa sedikit pun padanya?

0 komentar: