Lo rese kalau lagi laper! Laper kadang bisa bawa baper. Bawa perasaan rakus maksudnya. Apalagi kita yang terlahir di Negeri Indones...

5 Alasan Nasi Goreng Buatan Orang Lebih Enak Dibanding Buatan Sendiri



Lo rese kalau lagi laper!
Laper kadang bisa bawa baper. Bawa perasaan rakus maksudnya. Apalagi kita yang terlahir di Negeri Indonesia tercinta ini. Kalau belum makan nasi, ya belum dianggap makan sekalipun sudah makan karbohidrat dari sumber lain.
Terlebih bagi kalian yang hidup sebatang kara (anak kost-an). Ditengah malam, pas jamnya Pocong berkeliaran, perut dilanda lapar yang tak bisa ditunda dan dikompromikan. Untuk urusan lapar memang susah dikendalikan bagi kuliner holic. Sebenarnya ada dua pilihan yang bisa kita lakuin disaat lapar melanda tadi. Pertama kita masak sendiri buat meredam amarah cacing-cacing di perut, minimal masak mie instan. Itu pun kalau gak bosen dan ada stocknya. Karena mie hanya bisa ganjel perut sementara. Kedua, beli makan keluar dengan konsekuensi waktu dan tenaga kita harus dikorbankan. Belum lagi resiko bertemu makhluk astral di tengah malam saat cari makan. BTW, kalian lebih milih yang mana?
Bagi mereka yang termasuk golongan di atas, bahagia itu, saat tengah malam dilanda lapar disaat itu juga ada tukang nasi goreng keliling lewat. Sudah seperti menemukan oase di gurun pasir. Sebenarnya masak nasi goreng sendiri juga bisa, hanya kadang rasanya tidak sesuai ekspektasi, males nanak nasi, atau bahkan gak punya beras untuk dimasaknya.
BTW tau gak kenapa rasa nasi goreng buatan orang lain itu lebih enak dibanding buatan kita? Berikut alasannya. Cekidot.
5 Alasan Nasi Goreng Buatan Orang Lebih Enak Dibanding Buatan Sendiri:

1. Males.
Ini alasan paling top-nya. Daripada ngeluarin tenaga buat masaknya, mending tenaganya disimpen buat besok. Buat menghadapi kenyataan kalau kamu dan dia belum berjodoh ‪#‎Eh‬

2. Hemat waktu
Zaman sekarang yang serba instan, memaksa kita untuk bisa mengatur waktu. Mentok-mentok, kalau laper mending delivery order. Daripada waktu kita habis buat masak nasi goreng yang rasanya kucing pun belum tentu doyan. Mending waktunya di pakai buat belajar persiapan ujian besok, maen game, update status, atau bahkan tadarusan‪#‎EhemBenerinPeci‬

3. Hemat uang 
Bagi anak perantauan, tanggal tua adalah tanggal dimana kalian harus bisa mengatur menu makan. Entah itu harus makan dengan garam atau kecap sekalipun. Atau bahkan puasa dan hanya makan air. grin emoticon Tapi ada tips dan trik buat kalian para perantau biar bisa dapat makan gratis. Ini bisa dicoba dan work it!. Cobalah kalian bertamu pada tetangga. Sekedar basa-basi dan menyambung silaturahim, ujung-ujungnya kita pasti bakal ditanya "sudah makan?". Dan asal kalian tahu, pertanyaan tadi sejujurnya lebih mententramkan hati mengalahkan pertanyaan "kamu lagi dimana?". Moment ini bisa kalian manfaatin dengan mengesampingkan gengsi. Jawab saja jujur gak perlu gengsi, kecuali kalau kalian mau terus puasa sampai gajian. Dengan begitu jika trik ini berhasil, hati senang, perut kenyang, walau tiada uang. Seenak-enaknya makanan mewah. Lebih enak makanan gratis. Betul gak? ‪#‎HeheNyengirKuda‬

4. Meringankan tugas kita
Dibanding kita harus rela ngeracik bumbu, ngiris bahan-bahan, terlebih harus beres-beres dan cuci peralatan sehabis makan. Makan nasi goreng buatan orang, kita tak perlu repot melakukan semua hal rumit tadi. Cukup duduk manis dan menunggu hidangan disajikan. Tugas kita pin jadi ringan. Tinggal buka mulut, makan deh.

5. Beda tangan beda rasa
Ini yang paling penting "rasa". Sebagus dan semenarik apapun platting nasi goreng buatan kita atau orang, kalau rasanya gak enak, chef Juna pun bakal membuangnya ke tong sampah sambil muntah. Beda lagi jika yang membuatnya orang-orang terspesial kita. Entah itu orangtua, pasangan, saudara, sahabat, soulmate, atau bahkan mbak-mbak tukang nasgor di seberang komplek yang kita taksir yang wajahnya mirip Pevita Pearce. Mau nasi goreng tadi dicampur irisan ban bekas truk, toping paku payung sekalipun rasa dijamin maknyuuss. Karena kata orang cinta kadang bisa membutakan. ‪#‎Asseek‬

0 komentar: