Seperti kita ketahui, kondisi ekonomi negeri kita saat ini sedang melemah. Bahkan mengkhawatirkan. Nilai tukar rupiah dengan dollar s...

Sebelum Menuntut Kenaikan Gaji, Tanyakan 5 Hal Ini Pada Diri Kita



Seperti kita ketahui, kondisi ekonomi negeri kita saat ini sedang melemah. Bahkan mengkhawatirkan. Nilai tukar rupiah dengan dollar saja sudah menyentuh angka Rp 14.000 ke atas. Hal ini sontak mengancam kesejahteraan kita selaku warganya. Terlebih bagi para pelaku bisnis impor dengan pasar domestik. Beberapa pabrik bahkan mengharuskan merumahkan karyawannya, karena biaya produksi yang semakin meningkat, sementara disisi lain penjualan menurun karena lemahnya daya beli masyarakat. Akibatnya demi berlangsungnya proses produksi, beberapa pabrik tadi menurunkan kapasitas produksinya dan memangkas jumlah karyawannya. Perusahaan mem-PHK-kan karyawannya bukan tanpa alasan. Selain alasan tadi, permintaan kenaikan gaji dari para karyawannya ditengah melemahnya rupiah menjadi alasan kuat lainnya. 

Daripada sibuk ikut demo minta kenaikan gaji, dan pusing memikirkan 1001 cara untuk bisa mendapat kenaikan gaji. Tanyakan 5 hal berikut pada diri kita, sebelum menuntut kenaikan gaji:

1. KONTRIBUSI

Sumber gambar: http://jembatantiga.com/

Kontribusi apa yang sudah kita berikan utuk perusahaan?

Mengetahui seberapa besar kontribusi kita untuk perusahaan sangat diperlukan saat mengajukan kenaikan gaji. Karena gaji akan berbanding lurus dengan kontribusi kita. Semakin besar dan produktif kontribusinya, gaji pun akan selalu mengikuti. Kontribusi mulai dari lamanya masa kerja, seberapa produktif kita bekerja, masalah-masalah apa saja yang sudah dan bisa kita selesaikan di perusahaan, dan seberapa jauh kita memahami setiap pekerjaan yang diberikan.

Karena perusahaan pun akan menanyakan kontribusi kita sebelum kita menuntut kenaikan gaji. Jika kontribusi kita minim dan keberadaan kita pun mesih kurang pengaruhnya, permintaan kenaikan gaji kita pun akan ditunda. So, buatlah kontribusi supaya kita bisa lebih berpengaruh lagi.


2. NILAI JUAL 

Sumber gambar: http://images.thecarconnection.com/

Nilai jual apa yang kita miliki?

Penting untuk mengetahui nilai jual diri sebelum menuntut kenaikan gaji. Seberapa berharga kita di perusahaan akan menentukan di-ACC atau tidaknya permintaan kita tadi. Disini yang harus kita kuasai mulai dari hardskill dan softskill. Karena bagaimanapun, barang yang mewah dibeli bukan karena harganya yang mahal atau performanya yang baik. Tapi lebih pada prestise. So, be your best self


3. PRESTASI

Sumber gambar : https://img.okezone.com

Prestasi apa saja yang sudah didapat selama bekerja?

Setelah menggali kontribusi dan mengenal nilai jual kita, selanjutnya buat prestasi. Catat semua prestasi dan hasil kerja kita yang pernah diraih selama bekerja. Perusahaan akan lebih melirik dan mengedepankan para karyawan berbintang dibanding yang biasa-biasa. Dan biasanya perusahaan akan menaikan gaji para karyawan berbintang, sebelum mereka meminta lebih dulu. So, buatlah prestasi dengan kerja nyata. Bukan asal semboyan kerja. Karena perusahaan akan melihat hasil, bukan seberapa lelah kita bekerja. Kuncinya kerja keras, cerdas, dan ikhlas.


4. MOTIVASI

Sumber gambar : http://kata-motivasi.com/

Apa motivasi kita meminta kenaikan gaji?

Selain motif ekonomi, temukan motivasi lain. 
Kita selaku karyawan bukanlah kerjawan ibarat robot, yang bekerja sesuai SOP tanpa ada inisiatif dan perkembangan. Jika kita diminta mengerjakan A, berilah B, C, D. Jika diberi deadline 2 hari untuk menuntaskan pekerjaan, kalau bisa 1 hari kenapa harus menunggu sampai besok? :) 


5. KONDISI PERUSAHAAN

Sumber gambar : http://atlantablackstar.com/

Apakah kondisi finansial perusahaan memungkinkan mengabulkan permintaan kita?

Sebelum melakukan semua, cek kondisi finansial perusahaan. Perusahaan pun akan mempertimbangkan kenaikan gaji jika profit yang didapatnya masuk akal. Tapi jika tidak, bukan berarti perusahaan pelit atau tidak mau mengabulkan permintaan kenaikan gaji kita. Bisa jadi karena profit perusahaan kita lebih kecil dibanding pengeluarannya.


Nah, jika kita sibuk berteriak lantang meminta kenaikan gaji tapi kita minim kontribusi, nilai jual rendah, nol prestasi, miskin motivasi, indisipliner, sementara kondisi perusahaan sedang merugi dan merozot omzetnya, maka sampai mulut kita berbusa pun negosiasi kenaikan gaji kita akan ditunda bahkan ditolak.

So, fokuslah pada apa yang pantas didapat! Karena apa yang kita minta hanyalah permintaan, bukan tuntutan :)

0 komentar: