Header Ads

ad

5 Alasan Kenapa Orang Sombong Kita Butuhkan



Merasa diri kita lebih dari orang lain, baik itu lebih baik, lebih pintar, lebih kaya, dan lebih segalanya dari orang lain? Waspadalah itu tanda-tanda kesombongan. Sombong bisa menyerang mereka yang tidak bisa menjada hatinya dari penyakit hati. So, berhati-hatilah. Saat kita merasa lebih segalanya dari orang lain, rasa menganggap remeh dan merendahkan orang lain pun dengan mudah menjamur pada diri kita, baik dirasa maupun tidak. 

Bertemu dan menghadapi orang sombong terkadang bikin panas hati, rasanya ingin membalas semua kesombongannya dan membungkamnya seketika. Tapi tenang dulu mas bro. Memang kita butuh mental yang kuat dan kesabaran yang ekstra untuk menghadapi manusia jenis yang satu ini (sombong). Jangan sampai kita terpancing dengan permainannya dan justru kita malah masuk ke permainan mereka. Yang lebih penting kuasai diri, dinginkan hati dan pikiran kita dalam menghadapi mereka. Karena sebagaimanapun kita kesal, sebel, tidak suka dan benci terhadap mereka, ada 5 alasan kenapa orang sombong kita butuhkan.

1. Mereka adalah guru kesabaran

Sabar adalah ilmu tingkat tinggi, latihannya butuh waktu yang tidak singkat dan ujiannya berhari-hari. Tidak pernah ada rasa rugi dan penyesalan jika kita bisa menguasai ilmu sabar ini. Memang terdengar klise, namun dengan adanya orang sombong, kita bisa belajar arti kesabaran. Dan sedikit banyak mereka tengah mengajarkan mahalnya nilai kesabaran.

2. Merekalah motivator sekaligus komentator setia kita

Bagi kalian pecinta bola, apa yang kalian rasakan saat menonton acara sepakbola namun tidak ada suara komentatornya? Tentu terasa sepi dan kurang greget bukan? Adanya suara komentator dengan komentar yang terlontarnya membuat suasana pertandingan menjadi lebih hidup dan para penonton pun serasa ada yang menemani. Terlebih bagi yang jomblo #eh. Begitupun dengan orang sombong. Mereka akan menjadi motivator kita sebenarnya, yang dengan senang hati dan rela tidak dibayar untuk memotivasi kita. Bayangkan kalau kita mengundang motiator nasional sekelas Mario Teguh, bisa keluar kocek banyak yang ada. Dengan begitu kita jadi terpacu untuk terus membuktikan pada mereka yang berkomentar negatif, kalau kita tidak seperti yang mereka pikirkan. Diluar itu mereka pun menjadi komentator pertama pada kehidupan kita yang dengan setia mengomentari hal-hal yang dianggap remeh bagi mereka pada kita. Dengan begitu hidup kita jadi lebih berwarna :)

3. Mereka mengajarkan kita kerendahan hati

Dikucilkan atau diremehkan memang tidak menyenangkan bagi siapa pun. Terkadang saat kita berhadapan dengan orang sombong tadi, kita seperti dipertemukan dengan sebuah cermin besar. Saat kita berhadapan dengan mereka, sesungguhnya secara tidak langsung kita sedang bercermin dan merefleksikan diri. Bisa jadi mereka dihadirkan dalam kehidupan kita agar menjadi pelaran kita dikemudian hari supaya kita tidak seperti mereka dan bukan termasuk golongan orang-orang sombong. Bagaimanapun kerendahan hati adalah kunci awal berdatangannya rezeki. So, tetaplah rendah hati sekalipun kita sudah merasa pintar.

4. Tanpa mereka, mengejar impian hanya sekedar mimpi

Setiap orang pasti punya impian. Apapun impiannya hanya satu keinginannya yaitu terwujud. Tidak ada salahnya memiliki impian yang besar walapun terkadang bagi orang lain impian tersebut terlihat mustahil. Jangan pernah malu impian kita ditertawakan. Justru jika impian kita tidak ditertawakan orang, impian tadi masih terlalu kecil bagi kita. Banyak tokoh sukses memiliki impian yang besar dan bahkan ditertawakan banyak orang karena dirasa mustahil untuk terwujud. Namun ketika impian tadi terwujud, mereka yang menertawakan hanya bisa terdiam dan jadi penonton yang bertepuk tangan. 

Dengan dihadirkannya orang sombong, tentunya kita merasa tertantang untuk mewujudkan impian kita. Karena satu-satunya cara membalas dan membungkam orang sombong adalah dengan pembuktian. Dan pembuktian itu dimulai dari sekarang! Do it Prove it!

5. Mereka memaksa kita menjadi UNDERDOG

Menjadi underdog terkadang mengesalkan. Dipandang sebelah mata, dikucilkan hingga diremehkan, menjadi hal biasa bagi para underdog. Tapi jangan salah, menjadi underdog justru menjadi awal sebuah kemenangan kecil. Karena dengan menjadi underdog kita merasa lepas dari tekanan tanpa harus takut dengan kekalahan. Bagi underdog kekalahan adalah hal biasa (teman bermain) dan kemenangan adalah hal luar biasa. Sebaliknya bagi orang sobong, kekalahan adalah hal memalukan dan memilukan karena mereka selalu menganggap dirinya serba lebih dari orang lain. Merasa lebih itulah yang menjadi beban dan gengsi tersendiri saat takdir mengharuskan mereka menjadi pecundang. Sedangkan bagi para underdog sebaliknya, apapun yang dilakukannya tanpa ada gengsi dan beban tersendiri sehingga mental mereka sudah terasaha dari awal untuk siap menang dan terima kalah.

Nah. Ternyata orang sombong pun masih kita butuhkan untuk dijadikan guru pembelajaran. Setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Tidak ada salahnya kita belajar dari mereka, yang salah justru ketika kita diam dan tidak mau belajar. Biarkanlah mereka masuk dan mewarnai hidup kita, asalakan kita tidak termasuk kedalam golongan mereka. Semoga bermanfaat :)

    "Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka yang mengolok-olok, dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita (yang diolok-olokkan) lebih baik dari wanita (mengolok-olok)." (Al-Hujurat:11)

No comments