Header Ads

ad

Mengapa 4 Tipe Rekan Kerja Ini Harus Kita Waspadai?



Kalau kita perhatikan, semakin hari tantangan di dunia pekerjaan terlihat semakin super ketat. Persaingan antara pencari kerja satu dengan lainnya, jumlahnya semakin tidak terbendung. Akibatnya tidak sedikit para pencari kerja frustasi kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan. Bagi yang saat ini sudah mendapatkan pekerjaan, bersyukurlah karena di luar sana masih banyak teman kita yang harus berjuang lebih keras lagi demi bisa mendapat gaji seperti kita.

Lebih beruntung lagi jika kita mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion dan studi kita. Diluar sana tidak sedikit teman kita yang pindah haluan mengorbankan passionnya untuk bisa merasakan ngantor. Bahkan ada pula yang kerjaannya sekarang berbanding 180 derajat dengan studi yang pernah ditempuhnya dulu. Semua orang tujuan utama mencari pekerjaan adalah ingin memiliki kehidupan yang lebih baik, baik dari segi ilmu maupun materi. Tidak menutup mata jika hal utama yang kita incar dari pekerjaan adalah reputasi perusahaan yang akan kita masuki. Semakin bagus reputasinya, tentunya membuat kita yakin jika kita bergabung dengannya kehidupan kita bisa terjamin karena gaji yang diberikan. Namun apakah gaji bisa menjadi jaminan kita untuk bisa membuat kita nyaman dalam bekerja? Setidaknya jika kita belum mendapatkan gaji seperti yang kita impikan, terlebih dahulu kita harus belajar bersyukur dengan apa yang kita terima saat ini. Karena boleh jadi gaji kita saat ini masih kecil, namun kita beruntung karena lingkungan kerja kita mampu membuat kita nyaman, tidak seperti 4 tipe rekan kerja berikut:

1. Si Penjilat
Semua orang pastinya ingin menampilkan kesan baik demi mendapat pujian terlebih dari atasan. Tipe ini selalu melakukan hal dengan baik karena ingin terlihat baik "ada maksud tertentu".  Maksud tertentu disini bisa jadi ingin melemahkan dan menjatuhkan rekan kerja lainnya yang dianggap bisa membahayakan posisi dirinya. Hal ini bisa membuat resah dan kesan tidak nyaman bagi karyawan lain. Saya pun jika bertemu dengan rekan seperti ini, rasanya kesal dan berharap dia cepat-cepat out dari kantor.
Untuk menyikapi rekan kerja seperti ini, mulailah berhenti membandingkan diri kita dengan dia. Dan lakukanlah setiap pekerjaan dengan sebaik dan semaksimal mungkin tanpa berharap ingin dilihat paling baik diantara yang lain. Karena atasan pun akan menilai dengan objektif kinerja karyawannya. 

2. Si Pengadu Domba
Dimanapun boleh jadi ada tipe rekan kerja seperti ini. Kita tetap perlu waspada karena mereka lebih suka kabur saat permasalahan menimpa dan lebih sering mencari kambing hitam. Ciri-ciri tipe ini biasanya suka bergosip ria membicarakan keburukan rekan kerja lain dibelakang mereka. Tak hanya itu, mereka pun senang menyebar isu-isu untuk menjelek-jelekkan rekan lain. Jika kita berhadapan dengan mereka, jangan pernah mau untuk bergabung dengannya. Saat mereka menyampaikan isu yang belum jelas kepastiannya, segeralah kita cek kebenarannya. Jangan buru-buru menghakimi dan terpancing untuk masuk ke permainan mereka. So, keep calm untuk tidak mudah terhasut tipe rekan ini. Ingat selalu kata pepatah, jika ada orang yang sering membicarakan kejelekkan orang lain dihadapan kita, mereka pun akan membicarakan kejelekkan kita dihadapan orang lain.

3. Si Pemalas
Tentunya jika kita punya rekan seperti ini bisa memperlambat kinerja kita. Dengan seenaknya dia melakukan tugasnya, lalai kewajiban, hingga tidak bisa menepati deadline. Ujungnya pekerjaan berantakan, kita pun kena semprot atasan. Bisa jadi tipe rekan ini tidak terbiasa dengan tekanan, dead line, peraturan kantor hingga jadwal kerja, sehingga mereka bkerja semaunya tanpa menujukkan kinerja terbaiknya. Saat menghadapi tipe rekan ini, yang dia butuhkan hanyalah bimbingan dan teguran. Jika sudah 3 kali dalam sebulan mendapat teguran namun tidak ada perubahan, maka pasrahkan saja dia. Biarkan atasan yang menilai dan memutuskan nasibnya. 

4. Si Pencari Muka
Tipe ini hampir mirip dengan tipe pertama. Cirinya dia ingin selalu tampil menjadi nomor satu di kantor. Bedanya, dia hanya bekerja dan mengeluarkan potensi terbaiknya saat ada atasan saja "saat atasan lihat". Selebihnya kinerjanya biasa-biasa saat atasan tidak melihatnya.  Segala cara dia tempuh agar atasan bisa mengaguminya, tanpa peduli main sikut kanan sikut kiri, menyerobot kerjaan rekan lain hingga mengaku-ngaku pekerjaan yang kita selesaikan adalah hasil jerih payah dia. Padahal nyatanya dia sama sekali tidak menunjukkan kinerja. 
Dalam menghadapi rekan seperti ini, kita tidak perlu mempermalukan atau memperolok dia di depan rekan lain. Karena bagaimanapun kita harus membina hubungan baik dengan rekan lainnya untuk kelancaran kinerja kantor. Tetap tenang, dan lakukanlah pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya, sesuai porsinya, dan tegurlah jika dia sudah mulai keterlaluan.

4 tipe rekan ini akan kita temukan di tempat kita kerja. Semoga kita tidak dipertemukan dengan mereka, kalaupun dipertemukan bisa jadi mereka sedang menguji kita agar kita mau berinstrospeksi diri dan meng-upgrade kompetensi kita. :)

No comments