Musim berganti waktu demi waktu. Apalagi sekarang cuaca sudah tak menentu. Kadang hujan kadang panas. Sebentar panas, sebentar lagi h...

5 ALASAN KENAPA BULAN PUASA LEBIH BOROS DARI BULAN BIASA



Musim berganti waktu demi waktu. Apalagi sekarang cuaca sudah tak menentu. Kadang hujan kadang panas. Sebentar panas, sebentar lagi hujan. Eh sebantar lagi bulan puasa datang. Rasanya baru saja kemarin dapat THR, sekarang sudah mau dapat lagi. Hehehe. BTW sudah ada perbedaan dalam persiapan menyambut ramadhan? What, masih sendiri juga dari tahun kemarin? Terus yang nanti bangunin makan sahur siapa? Petasan? Ooopppss.... No offense ;)

Bulan puasa sering menjadi momentum spesial bagi banyak pelaku bisnis, khususnya sirup. Nah, sebentar lagi di layar TV kita bakalan sering muncul iklan sirup. So, kuat-kuatlah menahan rindu dahaga nanti. Berbicara soal bulan puasa ramadhan, pernah gak kita merasa "mengapa bulan puasa terasa lebih boros daripada bulan biasa?". Entah itu halusinasi atau hanya perasaan, yang jelas itu gaya hidup. Sudah jangan protes! Mungkin kita berpikir kenapa bisa seperti itu, padahal saat puasa kita hampir tidak mengeluarkan uang untuk sarapan, makan siang, atau sekedar jajan. Nyatanya memang begitu, survey membuktikan banyak orang mengalami over budget saat puasa. Apa penyebabnya? 

Berikut 5 Alasan kenapa bulan puasa sering lebih boros dibanding bulan biasa:

1. Harga-harga pada naik
Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi jika menjelang bulan ramadhan, harga-harga kebutuhan pokok melonjak naik. Otomatis dampaknya terjadi pada harga jual barang dagangan. Dan mau tidak mau, suka tidak suka, dan sudi tidak sudi kita harus rela mengeluarkan biaya lebih dari biasanya demi membeli barang dagangan yang diinginkan, apalagi yang dibutuhkan. Kebutuhan masyarakat yang meningkat dan membludak, harga jual yang tinggi pun seakan tidak dipedulikan. Karena toh dibutuhkan.

2. Membeli sesuatu karena emosi  
Menahan haus dan lapar saat puasa saja tidaklah cukup, jika pada saat ngabuburit kita jalan-jalan bertemu dengan aneka menu berbuka yang menggoda seperti seorang gadis yang mengedipkan matanya. Dan bisa ditebak, seringkali kita membeli menu makananberbuka secara berlebihan karena mengikuti emosi. Sebelum buka kita berpikir jika kita membeli menu berbuka ini-itu akan mengenyangkan perut. Padahal setelah berbuka, dari berbagai menu berbuka yang dibeli hanya satu porsi saja yang mengenyangkan. Sisanya, tidak mampu kita lahap semua. Emosi  atau hawa nafsu kitalah yang mengendalikan saat itu. So, belilah sesuai kebutuhan. Jangan karena terlalu nafsu atau lapar mata!

3. Banyak undangan buka bersama
Nah, moment ini menjadi yang ditunggu-tunggu bagi kita. Bagaimana tidak, di moment ini kita bisa bertemu dengan teman-teman lama kita. Ya itung-itung menjalin network, siapa tahu dapat jodoh partner bisnis. Banyak reunian memanfaatkan moment ini, karena bisa dipastikan pesertanya bakal banyak berkumpul pada moment ini. Dan mau tidak mau, suka tidak suka, dan sudi tidak sudi kita pun ikut undangan tersebut. Tentu undangan ini tidak datang satu kali. Pertama undangan bisa jadi datang dari reuni angkatan SD. Kemudian berlanjut angkatan SMP, SMA, hingga reunian saat kuliah. Nah tinggal kalikan saja berapa biayanya. Hehehe. Memang, moment ini bisa menjadi ajang berkumpul dengan teman lama sambil berbukan puasa. Tapi harus diingat. pengeluaran bisa membengkak jika kita mengeluarkannya tanpa perhitungan. So, bijaklah dalam membelanjakan uang!

4. Godaan Promo
Di bulan ini, banyak pusat perbelanjaan ataupun mall yang jor-joran melakukan promo diskon. Diskonnya kadang tak tanggung-tanggung. Hal ini membuat pusat perbelanjaan membludak dari bulan biasanya. Maklum, kalau sudah ada kata diskon, disanalah ibu-ibu berkumpul. Heheh. Bahkan kita pun yang tadinya tidak mempedulikan barang yang ditawarkan, karena melihat promo diskon dan terkena euforia diskon besar tadi jadi ikut-ikutan terbawa arus. Dan yang tadinya hanya melihat-lihat saja, ujung-ujungnya jadi belanja juga. Belanjanya secara berlebihan lagi. :D

5. THR di depan mata
Nah ini yang paling bahaya. Mentang-mentang sudah pasti dapat THR, dengan berainya kita menghabiskan uang untuk belanja ini-itu. Dengan entengnya kita menjawab "nanti juga toh dapat THR". Mending kalau dapat, nah kalau nggak yang rugi siapa? THR memang penghasilan yang paling dinanti-nanti, karena bisa membantu biaya keperluan bulanan. Tapi bukan berarti kita tidak menjadi bijak dalam membelanjakan uang. So, cermatlah dalam belanja.

Nah dari 5 alasan tadi, sudah punya penangkalnya belum? See you

0 komentar: