#SalahSiapa? 1. Kita sering menyalahkan sopir angkutan umum yang sering memberhentikan kendaraannya secara sembarangan dan mendadak...

#SalahSiapa?



#SalahSiapa?

1. Kita sering menyalahkan sopir angkutan umum yang sering memberhentikan kendaraannya secara sembarangan dan mendadak. Dan kita pun langsung memasang muka kecut sambil ngomel-ngomel karena kesal. Pertanyaannya yang #SalahSiapa? Sopirnya yang sedang dikejar setoran? Atau penumpangnya yang sering minta diturunkan disembarang tempat?

2. Kita sering benci pada koruptor karena aksinya. Tanpa kita tahu hal apa atau pemicu terkecil apa yang membuat mereka menjadi seperti itu. Tentunya kebiasaan sekecil apapun akan berdampak pada kita dikemudian hari. Kita pasti tahu hampir disetiap UN selalu terjadi kebocoran soal. Tidak sedikit sekolah menginginkan siswanya lulus 100% demi reputasi sekolah. Tak heran pas momen UN berlangsung, beberapa oknum tertentu rela merevisi jawaban UN siswa-siswanya supaya benar semua, minimal nilainya lulus. Ada lagi yang membagikan kertas-kertas jawaban, sms atau BBM jawaban, baik yang gratisan maupun berbayar.
Kalau kita dididik bertahun-tahun, dikenalkan pendidikan karakter dan lain sebagainya. Kenapa kita harus dikenalkan dengan cara-cara curang seperti ini? Semalu itukah menerima kegagalan? #SalahSiapa?


Seringkali menyalahkan jadi bagian kebiasaan yang tidak terasa dilakukan namun berdampak buruk bagi kita dikemudian hari. Siapapun yang memulainya, tetap saja menyalahkan tidak akan bisa menyatukan dan menyelesaikan setiap persoalan. Malah justru hanya akan menambah permasalahan baru.

Tanpa sadar dengan mudah kita tunjuk sana-sini, menyalahkan orang lain yang bisa saja hal tadi berlaku bagi kita. Menyalahkan memang mudah. Menyalahkan bisa menjadi kritik yang membangun atau justru menjatuhkan. Yang jelas menyalahkan tidak lebih baik dari menunjukkan kesalahan. 

Dan setiap orang punya kesempatan yang sama diposisi tersebut. Ada kalanya diposisi yang menyalahkan, esoknya bisa jadi diposisi yang disalahkan. Bukan soal kata MENYALAHKAN-nya yang harus dipersoalkan. Yang lebih baik dan penting adalah MENYALAHKAN sambil menunjukkan hal benar disertai solusi. Bukan sekedar menyalahkan yang menjurus menghakimi. Karena kesalahan tidak akan membuat kita malu. Yang membuat malu justru melakukan hal salah yang tidak bisa kita perbaiki.  #ComeOnMoveOn





0 komentar: