Header Ads

ad

Jomblo Tak Selalu Derita. Disinilah Saatnya Untuk Bereksperimen!




Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku asik sendiri
Lama tak ada yang menemani, rasanya......................

Lagu Kunto Aji - Terlalu Lama Sendiri, kini tengah nge-hits menjadi soundtrack para jomblowan/wati. Hampir setiap kisah kesendirian akan semakin lengkap jika diiringi musik ini, ditambah liriknya yang membuat mereka-mereka (jomblowan/wati) seakan merana dan sengsara. Hehe. Mungkin bagi sebagian orang menjadi jomblo adalah sebuah kesengsaraan hidup, momok, dan aib tersendiri karena harus hidup dalam keterasingan. Kemana-mana harus sendiri. Makan tak ada yang menemani. Jalan pun tak ada yang digandeng. Segalanya sendiri dan kita dituntut jadi single fighter. Nasib!

Namun dibalik itu semua, ada hikmah tersembunyi yang belum kita ketahui dan harus kita syukuri. Dibalik sengsara dan meranannya status para jomblowan/wati, ada hal positif yang bisa dilakukan darinya.

Masa muda hanya satu kali. Rugi besar jika kita menyia-nyiakan waktu tanpa dapat pengalaman. Waktunya bereksperimen. Kesempatan ini bisa kita manfaatkan untuk mendesain masa depan kita dengan bebas tanpa ada hambatan dari pacar. Take Action Now!


Dari sekian persen yang pacaran, mayoritas memiliki pacar yang posesif dan ekstra protektif terhadap pasangannya. Segala sesuatunya serba dilarang. Apa-apanya harus lapor 1 x 24 Jam 7 hari dalam seminggu. Itu pacar apa security? Jangan-jangan eman beneran pacaran dengan security. Hehe. 

Disaat mereka yang ingin melakukan segala sesuatunya tapi terhalang dengan sikap posesif dan super protektif pacarnya, kita mah santai, calm aja lanjut terus. Justru saat itulah kita bisa melakukan apapun dan bereksperimen dengan leluasa. Bagi yang masih sekolah atau kuliah, bisa dengan bebas dan leluasa mengeksplorasi kemampuannya dibidang masing-masing dan fokus untuk studinya. Bagi yang sudah bekerja, saat inilah waktu yang tepat untuk mulai betumbuh dan menjalani jenjang karir dengan perlahan tapi pasti tanpa takut halangan dan terbagi beban pikiran memikirkan hal tidak perlu. Berbeda dengan pacaran, sekalinya ribut bisa merembet keurusan lain. Bagi kalian yang berwirausaha, saat inilah waktunya bereksperimen dan mengembangkan bisnis. Berbeda jika pacaran, waktu kita akan tersita untuk bisa menemaninya kesana kemari. Bisnis hancur, impian melayang. Kalau sudah begitu pacar pun ikut lenyap meninggalkan kita. So, fokuslah mengeksplor kelebihan!


Disaat banyak orang mengikuti trend, kita justru jadi yang anti mainstream. 


Pacaran itu biasa. jomblo baru tidak biasa. Hehe. Pacaran bisa membuat hidup kita menjadi dramatis. Persis kayak sinetron-sinetron anak sekolahan yang isinya tidak ada korelasinya dengan anak sekolahan. Sedikit-sedikit galau, posting ke sosmed, berantem, terus saja begitu sampai kiamat. Berbeda dengan jomblo yang kisah hidupnya tenang, bebas dari drama karena memang tidak ada hal yang bisa didramatisir darinya. Hahaha. 
Kamu: "Sayang, nih aku beliin sesuatu dari Singapore".
Pacar: "Wah, apa nih. Sini aku lihat" sambil membukanya.
Kamu: "Ini baju lagi nge-trend disana, gimana bagus gak?" sambil berharap dia suka.
Pacar: "Hmmm suka sih. Tapi ini kan warananya pink. Aku kan sukanya warna abu. Kamu sudah lupa ya warna favorit aku?" jawab dengan muka cemberut bin BeTe.
Kamu: "Ya, tapi ini kan lagi ngetrend disana. Lagian yang ada cuma di toko itu saja" jawab kamu dengan berharap perdamaian segera terjadi.
Pacar: "Pokoknya aku sukanya warna abu! Kalau begini aku gak akan pake! Pacar macam apa kamu, masak warna favorit pacarnya lupa!. Mulai sekarang kita PUTUS!". Perang dunia ketiga pun dimulai.
TAMAT!

Pacaran memang banyak lebaynya. Dikit-dikit ngancam putus, galau diumbar di sosmed dengan berharap ada yang naggapi, hingga ingin mencari perhatian sana-sini. Hal kecil pun bisa jadi ribet dan kompleks. Bagi jomblo, inilah saatnya untuk mencari jati dirimu sebelum benar-benar menemukan pasangan hidupmu. Nah, sekarang waktunya bereksperimen dengan menjadi yang anti mainstream.


Jomblo memang terkesan terlihat sendiri. Tapi bukankah bayaran yang solo karir dengan yang bukan solo karir berbeda? Mana yang lebih besar?


Prinspi hidup yang selalu dipegang jomblo adalah "HEMAT PANGKAL KAYA". Bukannya tanpa alasan, logikanya jelas uang yang mereka keluarkan hampir seluruhnya digunakan untuk dirinya sendiri. Berbeda dengan yang pacaran, pengeluarannya tentu jauh lebih besar karena ada anggaran yang harus dikeluarkan untuk orang lain. Dalam hal ini kita harus bayarin dia makan, beliin baju, sepatu, tas, jam tangan, make up, aksesoris, perhiasan, dan perlengkapan lainnya. Belum lagi beli tiket nonton dan bensin untuk sekali jalan. Misalkan untuk sekali jalan, biaya yang harus dikeluarkan:

Bensin              : Rp. 100.000 untuk mobil dengan jarak 30 km
Tiket Nonton    : Rp 50.000 Weekend x 2 = RP 100.000
Makan berdua  : Rp 100.000
Biaya lain-lain : Rp 100.000
TOTAL            : Rp 400.000
Bayangin saja, sehari habis hamnpir setengah juta. Apalagi uang yang kita keluarkan adalah uang orangtua kita karena kita masih belum mampu menghasilkan uang sendiri. Sungguh anak durhaka, gak ada malunya uang untuk kebutuhan sekolah dan hidup kita, digunakan untuk hal sia-sia.

Jomblo justru menjadikan hal ini sebagai awal mula bereksperimen. Uang yang dimiliki tadi bisa digunakan untuk menabung supaya bisa memebeli barang impian kita atau bahkan untuk modal awal kita berwirausaha. Ini tentu lebih berharga dari pengeluaran sia-sia tadi. Dengan begini, ilmu dan pengalaman kita akan bertambah dan kita akan menjadi pemuda yang kaya pengalaman dan sukses diusia semuda mungkin. Aamiin.

So, jangan melihat seuatu masalah hanya dari satu sisi. Lihatlah sisi lainnya, pasti ada hikmah dan hal positif yang bisa kita dapat selama kita positif thinking :)




2 comments: