Header Ads

ad

JADI KARYAWAN MEMANG ENAK, TAPI SUDAH SIAP KONSEKUENSINYA?

Selamat bergabung di perusahaan kami 

Seperti kita tahu, sebentar lagi tepatnya akhir tahun ini MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) akan digelar. Hal ini menambah jumlah persaingan dibursa tenaga kerja menjadi semakin ketat dan rumit, serumit lalu lintas ibu kota. Data dari Ekonom Core Indonesia mencatat, pada Agustus 2014 terdapat 7.3 juta pengangguran terbuka yang sebagian besarnya didominasi usia produktif. Hal inilah yang menjadi tugas negara untuk bisa menuntaskan dan mencari solusi, salah satunya dengan menambah lapangan kerja. 

Ditengah sulitnya mendapat pekerjaan, jutaan sarjana terus tak terbendung jumlahnya. Tiap tahunnya mengalami peningkatan, sementara jumlah lapangan kerja tidak mampu mengimbanginya. Bisa dibayangkan, lulusan sarjana seperti kita jumlahnya tidak sedikit. Ada jutaan yang nantinya akan siap bersaing dengan kita. Untuk mampu bersaing, dibutuhkan keahlian yang lebih dari rata-rata "luar biasa". Kuncinya kembali pada pilihan kita, mau jadi yang unik dengan kemampuan luar biasa atau jadi yang biasa-biasa?


Bagi kamu yang sudah diterima kerja saat ini, syukurilah. Diluar sana masih banyak teman kita yang masih sibuk melamar pekerjaan.

Tak ada salahnya mengikuti job fair

Memiliki kesempatan berkarir di perusahaan besar pasti impian semua orang, terlebih para fresh graduate. Karena masing-masing dari kita, tentunya punya idealis tersendiri dan itu sah saja selama bisa dipertanggungjawabkan.

Disaat teman-teman seperjuangan kita masih sibuk mengurusi berkas lamaran, kita sudah bisa menikmati moment yang kita impikan. Saat mereka rela berdiri menunggu antrean dan berdesak-desakan mencari pekerjaan, kita justru sudah punya pekerjaan. Ruangan yang nyaman, fasilitas menawan, dan rekan kerja yang menyenangkan, pastinya membuat kita betah melakukan pekerjaan di kantor. So, nikmat mana yang kita dustakan? Bersyukurlah untuk hal ini, sekecil apapun yang kita terima hal itulah yang layak diterima.


Saat para job seeker bisa bangun siang, kita harus sudah bangun sebelum matahari menampakkan diri

Kebiasaan bangun siang, bisa memperburuk nasib kita 

Disaat para job seeker bisa bangun sesuka hati, kita justru harus bangun lebih awal dari mereka. Karena bagaimanapun kita sudah berkomitmen dengan aturan kantor yang memaksa kita untuk disiplin pada diri sendiri. Tentunya tidak mau kan dapat teguran terus dari si bos karena rajin kesiangan? Bisa-bisa kita malah di rumahkan kalau keseringan. 

Bangun siang juga bisa berpengaruh pada nasib kita. Bahkan pepatah pun pernah berkata "barangsiapa yang bangun siang, rezekinya akan dipatok ayam". Hehe. Selain itu bangun siang bukanlah kebiasaan orang-orang rajin. Seakarang tinggal pilih, mau melakukan kebiasaan orang-orang malas atau orang rajin?


Lembur akan menjadi teman kita, tapi bonus tidak akan lupa pada pengorbanan kita.

Semua akan lembur pada waktunya

Lembur akan menjadi teman kita saat waktu yang dimiliki terasa tidaklah cukup. Sebagai karyawan teladan, tentunya semua pekerjaan yang kita kerjakan ingin terselesaikan dengan baik dan cepat. Namun terkadang waktu yang kita korbankan tidak selalu cukup untuk melakukannya. Disaat itulah kita harus rela menukarkan waktu luang kita untuk membereskan semua pekerjaan yang belum rampung terselesaikan. Terlihat melelahkan memang, tapi diluar itu bonus tengah menanti. Jika kamu percaya tidak ada pengorbanan yang sia-sia, so nikmatilah. :)


Gaji tetap yang kita terima, sesungguhnya adalah ujian dibalik godaan

Learn before earn

Inilah kelebihan dan keuntungan sebagai karyawan. Setiap bulannya pasti mendapat gaji yang bisa kita gunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Selama profit perusahaan terus meningkat dan kinerja kamu dinilai ada progres, gaji pun sudah bisa kita tebak kapan datangnya. Namun keuntungan ini sesungguhnya ujian dibalik godaan. Hampir pastinya kita mendapatkan gaji tiap bulannya, kita sudah bisa memprediksi barang atau benda apa saja yang bisa kita beli saat itu. Mulai dari yang nilainya kecil, lama-lama mulai berani membeli barang bernilai besar dengan cicilan. Karena toh, bulan depan juga bakal dapat duit lagi. Dari sinilah lahir budaya nyicil dan konsumtif, sampai ada pepatah berkata "gaji 3 koma, tanggal tiga sudah koma". Bagaimana tidak koma, uang yang harusnya bisa mencukupi kehidupan selama sebulan, kita habiskan untuk satu hari, sisanya membayar cicilan yang sebetulnya tida kita butuhkan. So, bijaklah dalam mengelola uang. Karena berapapun gaji yang diterima, akan cukup untuk mencukupi biaya hidup. Tapi sebesar apapun gaji yang diterima, tidak akan pernah cukup untuk mencukupi gaya hidup.


Pergi pagi pulang petang sudah biasa dirasakan. Mengeluh tidak akan mengurangi beban masalah, hanya akan menambah rasa lelah.

Lakukanlah apa yang kita sukai, jika tidak tinggalkanlah!

Pergi pagi disaat matahari belum nampak dan pulang petang saat matahari sudah bersembunyi adalah rutinitas yang biasa dilakukan para karyawan. Terkadang lelah kita rasakan. Namun mengeluh tidak akan mengurangi rasa lelah, justru akan menambah rasa lelah. Daripada sibuk mengeluhkan rutinitas tadi, lebih baik istirahat sedini mungkin untuk mengumpulkan energi kita untuk esok hari.


Hari senin memang banyak dibenci orang. Setidaknya kita harus berdamai dengannya jika ingin menikmati hidup seutuhnya

Don't hate monday. Make monday hate you!

Inilah penyakit akut yang banyak dialami para karyawan. I Hate Monday, bisa menjadi trending topic di hari minggu. Banyak postingan atau kicauan tentang hal ini. Padahal dengan kita membenci hari senin, ia pun akan tetap datang menemui janjinya. Semakin kita membencinya semakin kita malas dalam menyambut kerja. Adalah hal wajar jika liburan yang kita lalui dan rasakan dirasa tidak cukup, namun karena kita sudah menjadi profesional, mau tidak mau kita dituntut untuk kembali pada komitmen awal. Don't hate monday, make monday hate you

Nah, dari plus minus tadi sekarang sudah siapkan dengan segala konsekuensi yang harus dijalani seorang karyawan? :)

No comments