Header Ads

ad

Revolusi Nobita



Jika saya tanya, siapakah robot kucing, berwarna biru, yang mempunyai kantong ajaib? Rasanya hampir semua orang bisa menebaknya, terlebih anak 80an. Doraemon ialah robot kucing yang datang dari abad 22, dikirim untuk menolong seorang anak kecil bernama Nobita, agar keturunan dia tidak mengalami penderitaan akibat ulah dan kesialan yang dideritanya. Film kartun yang tayang di hari minggu ini, memang menyita perhatian dan selalu jadi favorit dihati penggemarnya. Apalagi para pengemarnya tidak hanya anak-anak, tapi lintas usia. Berbicara tentang doraemon, rasanya tidak lengkap jika tidak menyertakan Nobita. Ya. Mereka sepertinya sudah seperti paket yang tidak bisa terpisahkan layaknya dua keping mata uang. Dimana ada Doraemon disitu ada Nobita. 

Dalam ceritanya, Nobita adalah anak kelas 4 SD yang memiliki sifat pemalas, bodoh dalam pelajaran, selalu telat, lupa mengerjakan PR, tidak bisa olahraga, minderan, sering melakukan kesalahan, cemen dan lemah. Pokoknya semua sifat lemah dan jelek ada dalam bocah berkacamata itu. Belum lagi nasibnya yang selalu dihinggapi kesialan mulai dari, sering dimarahin ibu dan gurunya, di-bully Giant dan Suneo, kena hukuman, dan penuh penderitaan. Terlihat berat memang ujian hidupnya untuk ukuran anak SD. Hehe. Dibalik kisah hidup yang penuh derita dan kesialan, sebenarnya masih ada sisi baik dari Nobita. Dibalik kebodohannya, tersimpan sifat polos dan tulus dalam berteman. Dibalik sifatnya yang malas berpikir, terkadang ide yang out of the box dan absurd muncul dari dirinya. Dia boleh tidak bisa olahraga, tetapi untuk urusan main karet gelang anak ingusan ini jagonya, walaupun permainan ini tidak lazim untuk ukuran anak cowok. 

Sebenarnya Nobita tidaklah bodoh-bodoh amat, hanya saja malas. Saking malasnya, apapun yang dilakukannya tidak ingin melalui proses yang panjang. Inginnya serba instan dan menikmati hasilnya. Saat melakukan hal yang tidak bisa, dengan mudah ia menyerah tanpa ada kemauan dan kesungguhan dalam berusaha. Ujung-ujungnya pas dapat gagal, Doraemonlah yang menjadi tempatnya bergantung. Kalau sudah seperti ini, dia bisa berubah menjadi negosiator yang handal. Apapun yang diinginkannya, Doraemon selalu mengikutinya tanpa penolakan. Setiap permasalahan yang dihadapinya dan tidak bisa diatasainya, dengan mudah ia meminta alat Doraemon yang dikeluarkan dari kantong ajaib untuk menyelesaikannya. Seperti itu apa yang dilakukan setiap waktunya.

Sifat-sifat buruk Nobita tadi, sebenarnya ada disekitar kita bahkan melekat dalam diri kita. Saat mendengar iming-iming "CARA CEPAT KAYA TANPA USAHA", "7 HARI DAPAT 1 MILYAR TANPA LELAH", "ONGKANG-ONGKANG KAKI DAPAT 100 JUTA TANPA NGANTOR", dan judul provokatif lainnya kita dengan cepat tanggap meresponnya. Hari gini siapa sih yang tidak mau sukses? Kita pasti pernah melihat judul-judul provokatif tadi, baik dalam buku, seminar ataupun workshop-workshop. Bisa dipastikan apapun yang berlabel judul tadi, bisa laris manis bak kacang goreng. Masyarakat kita memang cenderung memiliki sifat jelek Nobita tadi. Ingin segalanya mudah, tanpa melalui kegagalan, proses panjang, dan instan. Mentok-mentoknya ya ambil jalan pintas. Jika Nobita jalan pintasnya tinggal meminta pada doraemon untuk mengeluarkan alat bantu dari kantong ajaibnya. Kita beda lagi jalan pintasnya.. Sikut sana sini, injak sana sini, yang penting kita untung tak peduli orang lain rugi. Itu yang bisa kita lihat disekitar kita saat ini.

Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih secara instan. Kalau pun ada, kesuksesan itu tidak akan bertahan lama. Sekalipun proses yang dilalui panjang dan penuh kegagalan, bukankah itu lebih baik karena bisa menambah pengalaman dan melatih mental pemenang kita. Dibanding mengambil jalan pintas tapi merugikan orang lain. Tentunya kita hidup di dunia nyata, yang sama sekali tidak ada doraemon di laci meja kamar kita. Tidak ada kantong ajaib yang bisa mengeluarkan alat yang kita mau untuk membantu permasalahan kita. Tidak ada mesin waktu yang bisa mengubah masa lalu dan melihat masa depan, sehingga kita bisa memastikan masa depan. Kita memang tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa mengubah masa depan. Kita memang tidak bisa memastikan masa depan, tapi kita bisa merencanakan masa depan. Sebaik dan seindah apapun rencana kita, rencana Allah selalu yang terbaik.

Setiap hal yang dilakukan, pasti akan melewati proses terlebih dahulu sebelum menuju hasil. Ini sudah hukum alamnya. Semuanya butuh proses guys. tidak simsalabim jadi apa prok-prok-prok semuanya jadi apa yang kita mau. Santan pun butuh proses panjang dalam melewati tahapannya. Dari mulai kelapa dipetik dan dijatuhkan ke tanah. Dibelah dan dikupas kulitnya. Dicungkil dagingnya. Diparut hingga diperas ampasnya. Sampai jadilah santan yang bernilai jual tinggi. Bayangkan jika kelapa tadi hanya dijual buahnya saja tanap diolah jadi santan. Tentu harganya akan lain. Sebanyak dan setinggi apapun mimpi kita, milikilah niatan dan keyakinan bahwa kita mampu untuk mewujudkannya. Dengan kesungguhan dan ketekunan dalam meraihnya, semuanya bisa terjadi. So, cintai proses dalam setiap hidup kita. Jangan pernah bilang "gagal dan menyerah" jika belum mencoba. Teruslah berusaha sampai kegagalan yang menyerah pada kita.

No comments