Header Ads

ad

Hidup Adalah Kompetisi



Dalam sebuah kompetisi, skill atau keahlian yang dimiliki saja tidak cukup untuk memastikan apakah kita bisa bertahan dan melanjutkan kompetisi atau harus terhenti dan tersingkir dari persaingan tersebut. Kompetisi selalu melahirkan persaingan yang memaksa pesertanya untuk mampu mengeluarkan potensi terbaiknya. Menang dan kalah adalah konsekuensi yang harus selalu siap diterima sebagai proses pembelajaran. Karena sampai detik ini pun kita tidak bisa memastikan apakah kita menjadi pemenang atau pecundang. Yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkannya. Kita semua mempunya peluang yang sama (keduanya), dan berutungnya kita memiliki pilihan untuk memanfaatkan peluang tersebut. Dan pilihan itu sekarang ada ditangan kita. Apakah kita ingin memilih menjadi pemenang? Atau pecundang? That's your choice. 

Victory love preparation. Pepatah tersebut memang benar. Bahwasannya keberhasilan akan mendekat pada mereka yang telah siap. Untuk menjadi pemenang, tentu butuh persiapan yang lebih matang dan progres pada kompetensi kita. Bisa dibayangkan jika kemampuan kita tidak berkembang, pasti kita sudah tersingkir dari kompetisi. Ibaratkan kita sedang mengikuti audisi pencarian bakat. Tahapan demi tahapan telah kita lalui dan disetiap episodenya akan selalu ada tantangan yang harus kita lewati. Tentunya tantangan tersebut bisa kita atasi jika kemampuan atau kompetensi kita terus bertumbuh dengan baik. Apa jadinya jika tantangan yang diberikan semakin meningkat, sementara kemampuan kita stagnan? Yang pasti kita akan stress dan tersingkir dari kompetisi. 

Bagaimana caranya kompetensi kita bisa bertumbuh? Never give up. Saya pikir semua orang pun setuju jika kunci keberhasilan adalah pantang menyerah. Karena pada saat kita berpikir untuk menyerah, kekalahan telah siap menyambut Anda. Memang sulit melawan rasa menyerah jika tidak diimbangi dengan kesungguhan niat dan mental ngeyel. Itu baru dukungan dari dalam, tentunya kita pun butuh dukungan dari lingkungan luar, termasuk sekitar kita. Kita butuh teman, sahabat, keluarga, hingga mentor yang mendukung pertumbuhan kompetensi kita. Disinilah keuntungan jika kita sudah tahu apa kelebihan yang kita miliki. Kita bisa lebih mudah untuk mencari dukungan. Berbeda jika kita masih belum menemukan kelebihan yang dimiliki. Pasti lebih sulit untuk mencari dukungan tersebut.

Percayakah Anda, tidak ada orang yang dilahirkan untuk menjadi pemenang ataupun pecundang. Masing-masing dari kita memiliki peluang yang sama. Hanya kita tinggal memilih dan memutuskan mau menjadi yang mana. Orang yang dulunya sering kalah, tidak selamanya dia kalah dan menjadi pecundang selama dia mau berusaha. Orang yang dulunya pemenang, tidak selamanya menang dan jadi pemenang, jika malas dan lengah. Semuanya bisa berubah, selama kita mau berusaha untuk mengubahnya. So, pilihan ada ditangan kita :) 

No comments