Kita hampir setiap hari mendengar kata IKHLAS. Tapi tidak semua dari kita mengerti arti dari ikhlas.  Dikisahkan seorang anak y...

Ikhlas Itu........




Kita hampir setiap hari mendengar kata IKHLAS. Tapi tidak semua dari kita mengerti arti dari ikhlas. 


Dikisahkan seorang anak yg masih duduk di bangku sekolah kelas 5. Sehari-hari dia mengurus neneknya yang lumpuh, sambil menunggu waktu orangtuanya pulang ke rumah. Hari-hari waktu bermainnya terus tersita mengurus sang nenek. Dengan sabar dan telaten dia menyuapi hingga memandikan sang nenek seorang diri setiap pulang sekolah.

Suatu hari, batinnya mengeluh. Dirinya merasa lelah, ingin bermain layaknya anak2 lain. Dan suatu hari ia protes kepada ibunya. "Bu kenapa sih harus aku yg ngurus nenek?". "Kenapa tidak ibu, ayah, atau kakak?". Ibunya hanya menjawab "Kalau kamu merawat nenek dgn penuh kesabaran, kamu akan mendapat balasan yg lebih besar nak. Bersabarlah". Anak itu pun mengiyakan perkataan ibunya. Esoknya hari2nya seperti biasa sibuk mengurusi nenek.

Sampai suatu ketika ia benar2 lelah dan berkeluh kesah pada ibunya. "Bu sampai kapan aku mengurus nenek? Coba kalau nenek tidak lumpuh. Mungkin aku bisa bermain bebas bersama teman2. Bisa jalan2 dengannya. Atau bisa belajar dan ikut les diluar". Batinnnya sambil mengeluh.

"Nak. Ketahuilah. Waktu itu, saat kamu masih bayi. Rumah yg kami tempati mengalami kebakaran. Semua panik menyelamatkan diri keluar dari kobaran api. Ibu dan ayah panik menyelamatkan diri sambil menggendong kamu. Tapi tahukah kamu nak? Ternyata yg ibu gendong bukan kamu, melainkan guling. Saat itu juga ibu panik dan takut karena kamu masih tertinggal di lantai atas. Kami tidak berani masuk menyelamatkan kamu. Tapi tahukah nak, nenekmu yg sudah renta dgn berani menerobos api itu untuk menyelamatkanmu. Setelah menggendong kamu, nenek meloncat dari lantai 2 agar selamat dari kobaran api yg bisa membakar kalian. Dari sanalah nenekmu kakinya lumpuh. Dia lumpuh karen meloncat dari lantai atas untuk menyelamatkanmu nak".

Saat itu pun anak itu meneteskan air mata. Betapa tidak mengetahuinya besarnya pengorbanan cinta neneknya. Dan ia pun dengan sabar melewati harinya untuk mengurus neneknya tsbt.

Hikmah apa yg bisa kalian petik?

0 komentar: