"Jangan banyak bicara dahulu ketika emosi sedang naik. Emosi meningkat, kecerdasan menurun" -@FayIrvanto Belakangan i...

Yang Posting, Yang Pusing



"Jangan banyak bicara dahulu ketika emosi sedang naik. Emosi meningkat, kecerdasan menurun"
-@FayIrvanto

Belakangan ini, media sedang memuat pemberitaan Florence Sihombing, mahasiswi S2 UGM yang mengungkapkan kekesalannya di situs pertemanan Path. Postingannya di path dinilai telah menghina warga dan kota Yogyakarta, seperti dilansir di  viva news. Statusnya itu kemudian disebar diberbagai jejaring sosial dan kontan mendapat kecaman dan reaksi negatif dari berbagai orang. 

Mungkin kasus Flo bukanlah kasus pertama yang mencuat ke publik karena postingannya di jejaring sosial. Namun, karena yang di-share dinilai tidak etisoleh masyarakat dan terkesan menyinggung SARA, otomatis membuat semua orang geram. Kita pasti pernah mendengar peribahasa "dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung". Ada yang tahu artinya? Artinya dalam kehidupan sehari-hari kita harus menghormati dan mematuhi adat-istiadat dimana tempat kita tinggal. Namun disini kita tidak akan men-judge secara personal. Hanya saja, kita semua wajib belajar dan berkaca dari kasus ini supaya kita tidak menjadi pelaku berikutnya!

Menghina sesuatu karena kekesalan akan ketidakpuasan yang diterima memang mudah dan enak. Tapi hanya sesaat. Kalau kita tidak suka dan tidak puas akan sesuatu, lebih baik jangan dikomentari. Kalau kita mengomentari hal tersebut, tapi kita masih ada sangkut pautnya dengan hal tersebut, ngapain dikomentari? Mending cabut, gak usah berurusan lagi dengan hal tersebut kan? Selaku pribadi berpendidikan dan pemikiran orang dewasa yang matang, hendaknya kita menggunakan sesuatu sesuai dengan fungsi kebutuhannya. Kalau pendidikan kita tinggi, umur kita sudah dinilai bijak, pantaskah kita memuat hal yang bisa merusak citra diri kita? Mungkin bagi anak kecil hal tersebut biasa dilakukan, sedangkan bagi kita sangat tidak pantas.

Situs jejaring sosial adalah media untuk memudahkan kita berkomunikasi satu sama lain, bersapa ria dengan sahabat lama, berkirim informasi dengan kolega, dan pelepas rindu bagi mereka yang jauh dengan keluarga.

Kita semua tahu, sekarang eranya informasi. Informasi begitu mudah dan cepat diakses oleh mereka yang mengunggahnya. Satu postingan yang telah di-share, akan sulit untuk dihapus dan ditariknya kembali. So, berhati-hatilah. Tidak semua orang mengerti apa yang dengan postingan yang kita buat. Karena di jejaring sosial itu, semua orang bisa tahu dan merasakan apa yang kita postingkan. Contohnya, saat kita posting status cibiran atau hinaan yang kita tujukan pada satu orang, bisa jadi yang merasa bukan hanya satu orang tapi semua orang yang membaca postingan kita. Right? Hal tersebut karena perbedaan maksud dan pemahaman dari apa yang kita posting. 

So, sebelum kita membuat status atau postingan di jejaring sosial. Please, "think before you post". Pastikan yang kita posting memberi manfaat bagi banyak orang. Karena postinganmu menunjukkan intelegensimu :)

0 komentar: