Sudah 3 bulan kebelakang saya mulai mengurangi bacaan buku yang bertema percintaan, romantika, dan jenis-jenis buku yang hanya membahas &q...

Perilaku Racun vs Perilaku Madu



Sudah 3 bulan kebelakang saya mulai mengurangi bacaan buku yang bertema percintaan, romantika, dan jenis-jenis buku yang hanya membahas "WHY". Kenapa? Bukan karena bosan atau tidak ada manfaat, tetapi lebih pada persamaan passion. Buku-buku tentang marketing & selling rupanya kini sedang menarik hati orang yang sedang mengetik tulisan ini. Mungkin karena dia ingin melanjutkan kuliahnya dan mengambil studi MBA.

Langsung saja, judul postingan kali ini saya ambil dari buku Marketing Wow karya Hermawan Kertajaya. Dalam buku tersebut terdapat sub bab judul "Perilaku Racun Jadi Madu". Bahwasannya disana dijelaskan ada 2 jenis perilaku karyawan dalam perusahaan, yaitu "perilaku racun" dan "perilaku madu". Begitupun kita, selaku manusia. Tak peduli kita sebagai pengusaha ataupun karyawan, masing-masing dari kita memiliki dua perilaku tadi, yakni "perilaku racun" dan "perilaku madu".

"Perilaku racun" adalah perbuatan-perbuatan yang menyebabkan orang lain merasa tidak dihargai, tidak nyaman, tidak merasakan aman, marah, dan kehilangan motivasi. Hal itu dikarenakan perilaku racun yang kita miliki. Sedangkan "Perilaku madu" justru sebaliknya. Perilaku madu adalah perbuatan-perbuatan yang menjadikan orang-orang disekitarnya merasa dihargai, dicintai, diapresiasi, termotivasi, dan merasakan rasa aman dan nyaman. Orang-orang yang perilaku madu ini akan menjadi magnet kebaikan yang bisa menarik orang lain untuk mendekat. Sementara orang-orang perilaku racun justru membuat 
orang-orang disekitarnya menjauh.

Nah diantar dari kita, pasti ada yang memiliki perilaku racun dan perilaku madu tersebut. Tentunya perilaku madu lebih mulia dan mendatangkan banyak keuntungkan dibanding perilaku racun yang hina dan menghinakan. So, yuk kita berfokus membentuk perilaku madu :)

0 komentar: