Punya mobil mewah, rumah super megah, istri bikin betah, penghasilan makin wah dan memiliki hal serba wah lainnya adalah impian setiap ora...

Jangan Bangga Dulu



Punya mobil mewah, rumah super megah, istri bikin betah, penghasilan makin wah dan memiliki hal serba wah lainnya adalah impian setiap orang. Semua orang pada dasarnya menginginkan eksistensi. Sadar atau tidak, eksistensi tersebutlah yang bisa menguatkan peran dirinya di lingkungan sekitarnya. Siapa yang tidak bangga bisa diterima di kampus ternama. Siapa yang tidak banga bisa bekerja di perusahaan bonafit. Siapa yang tidak bangga punya perusahaan yang menggurita. Tentu semua orang pasti bangga jika memilikinya. Tapi bukankah semua itu adalah titipan, yang sewaktu-waktu bisa diambil yang punyanya kapan pun Dia mau? Ya. Benar, semuanya hanya titipan dan ujian bagi kita.

Membanggakan hal yang kita miliki dengan dalih pamer tentu tidaklah pantas dilakukan. Bisa saja hari ini kita bekerja di perusahaan bonafit, tapi siapa yang tahu besok kita di PHK darinya. Bisa jadi hari ini omzet perusahaan kita meroket, tapi siapa yang tahu besok bisa gulungtikar. Bisa saja kita di terima di kampus favorit, tapi siapa yang tahu esoknya kita di DO karena ulah kita sendiri. Tidak ada yang lebih membanggakan dari sebuah prestasi dibanding sebuah sensasi. 

Kita boleh bangga bisa menjadi bagian dari perusahaan besar dan bonafit, tetapi sepadankah kontribusi yang kita berikan kepadanya? Harusnya malu jika kita membangga-banggakan perusahaan dan jabatan kita, sementara kinerja dan prestasi kita nol besar tapi justru mendapat gaji yang besar. Itu sama halnya makan gaji buta. Kita pun boleh bangga bisa memiliki perusahaan yang menggurita dengan omzet yang fantastis. Tapi jika usaha yang kita lakukan tidak memberikan banyak manfaaat bagi sekitar, sama saja kita diperbudak uang. Justru seorang pengusaha itu harus bisa membuka dan memberi manfaat seluas-luasnya bukan hanya bagi yang membutuhkan tetapi bagi lingkungan sekitarnya. Kita juga boleh bangga bisa kuliah di kampus favorit ternama. Tapi, jika kuliahnya asal sekedar ngisi absen, hal apa yang akan dipertanggungjawabkan nanti di lingkungan kerja?

Hal yang sia-sia itu ketika kita berada di lingkungan orang-orang hebat, tetapi kita tidak bisa menjadi hebat bukan hanya karena kita enggan belajar dari mereka. Dan itu sangat memalukan. Sebagaimana kita tahu, hampir semua orang menilai orang lain yang baru dikenalnya melalui track record dirinya. So, jangan hanya merasa bangga dengan apa yang kita miliki. Tapi manfaatkanlah apa yang kita miliki sekarang untuk bisa menebar banyak manfaat bagi orang lain :)

0 komentar: