Tinggal beberapa hitungan hari lagi, yang katanya pesta demokrasi digelar. Beragam cara mulai diperiapkan oleh orang-orang yang berkepenti...

DIAKUI BUKAN NGAKU-NGAKU



Tinggal beberapa hitungan hari lagi, yang katanya pesta demokrasi digelar. Beragam cara mulai diperiapkan oleh orang-orang yang berkepentingan dengannya untuk menyambut yang katanya pesta demokrasi tersebut. Para caleg kian gencar berpromosi via offline dan online. Berbagai strategi marketing mereka pelintir guna bisa mendapatkan hati simpatisan. Ya, para caleg pun tak ubahnya seperti produk dipasaran yang sedang di diskon besar-besaran, gencar dilakukan pemasaran, pendistribusian, hingga promosi yang masif.

Diantara promosi yang dilakukan, ada yang mengaku-ngaku dirinya dan partainyalah yang terbaik dan layak dipilih. Ada yang berani memberikan garansi, jika terpilih mereka akan mengubah nasib rakyat. Nyatanya, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika kaum itu tidak mengubah nasibnya sendiri. Artinya, kita jangan ngemis-ngemis minta pekerjaan, minta mengubah nasib kita, tapi kita sendiri tidak berusaha mengubahnya. Para caleg bukanlah Tuhan!

Zaman sekarang menurut mas @JayaYEA sudah TIDAK lagi eranya Hard Selling. Ngaku-ngaku produknya paling bagus dan laku. Nyatanya produk yang paling laku dan laris lebih DIAKUI, bukan NGAKU-NGAKU. Sama halnya seperti memilih seorang pemimpin. Pemimpin bukanlah yang ngaku-ngaku dirinya pemimpin, membangga-banggakan dirinya, dan mengajukan diri untuk dipilih. Pemimpin adalah yang ditunjuk. Tentunya ditunjuk bukan oleh rakyat, tapi oleh ahlinya. 

Kriteria Pemimpin Dalam Islam:
1.Mengajak Bertaqwa Kepada Allah
“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah.” (Al-Anbiya’: 73)
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (As-Sajdah: 24)

2.Adil Kepada Semua Orang Dan Tidak Pandang Bulu
“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di mukabumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, kerana ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, kerana mereka melupakan hari perhitungan.” (Shad: 26)

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi kerana Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kerana ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.” (An-Nisa’: 135)

3.Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Al- Imran: 110)

4.Menjadi Suri Tauladan Yang Baik Bagi Masyarakat
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Al-Ahzab: 21)

5.Mendorong Kerja Sama Dalam Memperjuangkan Kesejahteraan Bersama
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Maidah: 2)

6.Mengukuhkan Tali Persaudaraan dan Kesatuan dan Persatuan
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu,lalu menjadilah kamu kerana nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali Imran: 103)
7.Akomodatif, Pemaaf, Merangkul Semua Golongan dan Mengedepankan Musyawarah Dalam Setiap Mengambil Keputusan Penting Untuk Masyarakat
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerana itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yangbertawakkal kepada-Nya.” (Ali Imran: 159)

8.Jujur dan Amanat
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (An-Nisa’ : 58)
Nabi SAW. bersabda:
Dari Abu Hurairah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW.: “Tiga golongan,Allah tidak akan berbicara, mensucikan dan melihat kepada mereka, dan bagi merekalah siksa yang pedih; orang tua pezina, pemimpin yang suka bohong dan orang miskin yang sombong.(HR. Muslim).

9.Berwawasan Dan Berpengetahuan Luas dan Mencintai Ilmu Pengetahuan
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Mujadilah: 11)

10.Teguh Pendirian, Tegar dan Sabar Dalam Menghadapi Ujian
“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Huud: 112)

“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar.” (Al-Ahqaf: 35)

Gelar pemimpin itu bukan jabatan semata. Tetapi tanggung jawab dan amanah yang harus dilaksanakan. Karena pertanggungjawabannya bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Bukan pula di hadapan rakyat, tetapi juga dihadapan Allah.

0 komentar: