Header Ads

ad

Bercermin Dari Masa Lalu



Setiap orang suci pasti punya masa lalu, dan pendosa pun pasti punya masa depan. Semua orang pasti punya masa lalu, baik itu menyenangkan ataupun tidak. Suka atau tidak, masa lalu pasti akan selalu kita ingat dan rekam dalam memori kita. Bukan berarti, orang yang tidak pernah melakukan dosa tidak memiliki masa lalu. Sejatinya masa lalu bukanlah untuk didiamkan, dikenang, atau diingat-ingat. Apalgi kalau masa lalu tersebut terasa pahit, tentu kita tidak ingin dan berharap untuk mengulanginya dan bahkan mengingatnya.

Ada pepatah mengatakan, orang-orang besar tidaklah mempermasalahkan masa lalu. Tapi mereka mengikhlaskan masa lalu. Masa lalu ada, baik atau buruk adalah pembelajaran untuk kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Ada yang terasa pahit dan selalu diingat, tapi tidak semuanya mau mengambil hikmah dan belajar darinya. Kebanyakan dari kita lebih terfokus pada apa yang dirasa (luka masa lalu) daripada terfokus pada hikmah dibalik masa lalu tersebut.

Terkadang kita diuji dalam kesalahan agar kita tahu mana yang benar dan mana yang salah. Tidak ada kebenaran kalau tidak ada kesalahan. Begitupun dengan masa lalu. Yang terpenting, jangan menilai seseorang hanya dari masa lalunya saja. Tapi lihatlah perubahannya sekarang. Bisa jadi mereka yang dulunya salah sekarang telah menjadi soleh dan bahkan lebih soleh daripada kita.

Sampai kapanpun kita pasti selalu ingat pada masa lalu yang kita alami, terlebih masa lalu itu terasa pahit oleh kita. Namun layaknya jamu, meskipun pahit tapi bisa menyembuhkan selama kita mau berubah :) Masa depan itu misteri, dan kita tidak perlu mengkhawatirkan hari esok. Sebab yang pasti adalah masa lalu yang sudah terjadi. Jika kita tidak mampu berdamai dengan masa lalu, sampai kapanpun kita akan dihantui rasa bersalah dan rasa penyesalan. So, masa lalu itu masalah lu :) Hehe

No comments