Sebagian dari kita pasti hafal betul dengan peribahasa "tidak ada asap kalau tidak ada api". Sesuatu ada bukan tanpa sebab....

pembiaran yang membahayakan



Sebagian dari kita pasti hafal betul dengan peribahasa "tidak ada asap kalau tidak ada api". Sesuatu ada bukan tanpa sebab. Pun dengan apa yang kita alami. Kita pasti mengenal hukum sebab-akibat. Tapi terkadang kita lebih fokus pada akibat yang telah kita alami. Bukan terfokus pada penyebab dari akibat tersebut.

Entah sudah berapa kali pemberitaan tentang kasus koruptor, prostitusi, perzinahan, dan kemaksiatan lain terpublikasikan diberbagai media. Seolah anjing menggonggong kafilah berlalu, jangan bengong bayar utang dulu. Hehe. Menurut saya kemaksiatan terjadi bukan karena jumlah pelakunya atau orang-orang jahat lebih banyak dari orang baik. Tetapi lebih psda banyaknya orang baik yang membiarkan mereka berbuat kejahatan ataupun kemaksiatan. Entah karena mereka lelah menasehati mereka atau mungkin menyerah karena kehabisan cara menyadarkan mereka. 

Korupsi sekarang seperti sudah menjadi kebiasaan dan terbiasa untuk melakukannya, bukan karena ada kesempatan semata, tapi karena mereka membiasakan aksinya. Sementara kita malah membiarkannya, bahkan hukum pun membiarkannya. Hukum yang seharusnya kuat kini bisa terlumat oleh suapan rupiah yang mengenyangkan rekening mereka. 

Jika kita hanya diam dan membiarkan kemaksiatan itu terjadi, itu adalah selemah-lemahnya iman. Jangan sampai kita membiarkan hal yang buruk itu terjadi, sebab jika itu sampai terjadi, sama halnya dengan bunuh diri!

0 komentar: