Header Ads

ad

Merasa Paling Suci



Belakangan ini mencuat berita tentang seorang ustadz muda yang memaki-maki seseorang. Seseorang tersebut menurut informasi adalah seorang soundman. Entah apa yang menjadi penyebab ustadz muda tersebut tersulut emosinya. Yang pasti saya tidak akan membahas akar permasalahan mereka.

Saat pemberitaan tersebut mencuat, banyak pihak yang reaktif menanggapi tentang berita tersebut. Ada yang pro ada pula yang kontra menyalahkan sikap ustadz tersebut. Bahkan teman saya membuat status di bbm-nya jika ustadz tersebut tidak layak disebut ustadz kalau masih belum bisa mengendalikan emosi.

Sebagian teman menanggapinya dengan serius, sebagiannya lagi menanyakan pendapatnya pada saya. Bagi saya, bukannya no comment pada berita tersebut. Hanya saja, bukannya lebih baik melakukan sesuatu yang benar daripada mencari pembenaran? Saya sendiri pun masih jadi  penilaian Allah dan orang lain, maka tidak bijak jika memberi penilaian pada orang lain tanpa mengetahui jelas persoalannya. 

Saat seseorang yang kita anggap derajatnya lebih tinggi dari kita, kemudian dia melakukan kesalahan yang menurut kita tidak layak dilakukannya, seringkali kita menganggap diri kita paling suci seakan tidak pernah melakukan dosa sekecil apapun. Atau bahkan kita sering berdalih "lebih baik gue, dari pada orang itu. Walau gue orang biasa setidaknya gue tidak seperti dia yang wajahmya ustadz tapi hatinya preman". Merasa paling suci adalah bentuk kesombongan diri. Tidak ada manusia tanpa cela. Merasa sok suci pun bentuk penyakit hati yang bisa membuat hati keras dan kufur. So, janganlah merasa paling suci. Rasul pun yang sudah dijamin masuk surga, tiada henti-hentinya meminta taubat.

No comments