Header Ads

ad

Believe Your Dream



Mimpi adalah langkah awal menuju cita-cita. Tak banyak yang tahu, jika cita-cita adalah mimpi yang telah tersusun dengan indah. Adanya sebuah visi, menjadikan mimpi tersebut menjadi bernyawa. Namun sebaliknya, jika mimpi tersebut hanya sebatas mimpi, tanpa ada rencana ,visi, dan aksi didalamnya, mimpi itu pun hanya akan menjadi khayalan. Banyak orang tidak memiliki mimpi atau belum mempunyai mimpi hanya karena berbagai alasan. Ada yang takut mengalami kegagalan, takut dicemooh, takut diolok-olok, takut ditertawakan, hingga takut tidak terwujud. Pertanyaannya adalah, jika mereka-mereka yang sudah memiliki rencana saja bisa gagal, apalagi mereka yang tidak memiliki rencana. So, buatlah rencana hidupmu sendiri, atau seumur hidup Anda akan menjadi bagian dari rencana orang.

Jangan biarkan cemoohan orang menjadi hal yang bisa menggoyahkan keyakinan kita pada mimpi kita, jika kita tidak ingin mengalami kisah seperti berikut.

Disebuah pegunungan yang tinggi dan indah, hiduplah sepasang elang yang sudah lama hidup disana. Si elang jantan yang gagah dan si elang betina yang menawan membuatnya menjadi pasangan elang yang serasi. Suatu ketika, mereka berdua pergi dengan meninggalkan sarangnya dan telur yang sedang elang betina erami. Saat mereka pergi, tanpa diduga terjadi gempa. Gempa tersebut mengakibatkan satu telur yang ada di sarang mereka menggelinding dan masuk ke sarang ayam. Beruntung telur tersebut tidak pecah. Telur elang itu pu dierami oleh induk ayam. Hingga suatu ketika telur itu menetas di lingkungan keluarga ayam.

Elang yang gagah itu memiliki mimpi untuk bisa terbang, seperti halnya elang-elang lain yang biasa ia lihat di langit sana. Dia tidak tahu, jika sebenarnya dia adalah seekor elang. Tapi saat dia mengutarakan mimpinya untuk bisa, keluarga dan teman-temannya hanya mencemoohnya "Jangan mimpi. Kita itu hanya ayam. Mana mungkin bisa terbang. Sadar woiiii!". Begitu seterusnya. Hingga elang yang gagah ini menjadi pesimistis dan melupakan mimpinya untuk bisa terbang. Dan bisa ditebak, hari-hari yang dilaluinya dia habiskan bersama keluarga ayam. Bahkan hingga dirinya mati, elang tersebut tidak bisa terbang dan harus mengubur dalam-dalam mimpinya tersebut hanya karena ketidakyakinan akan mimpinya.

Sebagian dari kita pasti ada yang bernasib sama seperti elang tersebut. Saat kita memiliki mimpi, ada orang-orang yang mencemooh kita seperti halnya keluarga ayam tadi. Tapi jangan hiraukan cemoohan itu. Percayalah pada kemampuan diri. Jangan sampai mimpi kita tergoyahkan, dan kita menyesali karena tidak mampu mewujudkan mimpi tersebut. So, mau jadi elang apa ayam? :D

No comments