Berapa banyak tayangan gosip yang menayangkan tentang aib seseorang?  Aib yang seharusnya menjadi rahasia pelakunya kini menjadi ma...

Bukan Tugas Kita Menghakimi Mereka



Berapa banyak tayangan gosip yang menayangkan tentang aib seseorang? 
Aib yang seharusnya menjadi rahasia pelakunya kini menjadi makanan empuk awak media, seakan aib tersebut menjadi berita bagus untuk mendulang rupiah dari hasil kabar burung tersebut. Terlebih lagi ada mereka-mereka yang senang dan sengaja mengumbar aibnya hanya untuk cari sensasi dan popularitas. Mengerikan! 

Kita sering mendengar atau bahkan mendapat berita tersebut. Bahkan sering pula kita menjadi komentator bagi pelaku (yang punya aib) tersebut. Dengan mudahnya kita menuding si pelaku telah memiliki dosa besar yang nyaris tak terhitung, padahal dosa yang kita miliki pun tidak dapat kita hitung. Dengan mudahnya pula kita mengomentari aib orang, menjadikannya bahan pembicaraan, olok-olokan, hingga terkesan menghakiminya. Seharusnya saat kita mendapat pemberitaan tersebut dan saat kita dengan mudahnya menghakimi pelaku aib tersebut, semestinya kita bersyukur karena Allah masih menyembunyikan aib kita dari orang lain. Bisa dibayangkan jika aib kita dibuka oleh Allah di kemudian hari?

Setiap orang suci punya masa lalu, dan pendosa pun punya masa depan. Tugas kita bukan menghakimi dosa mereka. Bukan juga menghisab dosa-dosanya. Tugas kita hanya menasehati dan mengingatkan. Kita seringkali mudah menghakimi kesalahan orang seakan kita paling benar dan paling suci. Kita memang hidup di planet bumi, tapi bukan tugas kita mencari penilaian penduduk bumi.

Jangan pernah mengumbar aib orang lain jika kita tidak ingin diperlakukan seperti mereka. Dan hargailah proses perubahan seseorang, karena kita tidak akan tahu betapa sulitnya dia melupakan masa lalunya.

0 komentar: