Header Ads

ad

Perokok Cengeng



Usia remaja adalah usia dimana pembentukan karakter sedang berlangsung. Bagaimana tidak, jika salah dalam membentuk sebuah karakter maka akan sulit untuk mengubahnya dikemudian hari. Oleh karena itu perlunya arahan dan bimbingan yang benar bagi mereka yang sedang terombang-ambing mencari jati diri. Diusia seperti itu, mereka cenderung menghabiskan waktunya diluar bersama teman-teman seusianya. Jika orangtua lepas kendali bisa jadi mereka bisa menemukan kenyamanan lain diluar keluarga sehingga mereka malas dan tidak mau untuk menyisakan waktu bersama keluarga.

Dibutuhkan lingkungan yang tepat untuk menempa karakter. Karena hampir sebagian besar, lingkunganlah yang membentuk karakter kita. Sebaik apapun manusia, jika berada dilingkungan yang korup dan salah, maka akan sulit untuknya dalam mempertahankan sifatnya tersebut. Sebab kebaikan yang sendiri-sendiri akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir.

Salahnya memilih lingkungan pergaulan, membuat para seusia pelajar menjadi hilang kendali, tak bervisi dan tidak jelas apa yang dituju. Bisa kita lihat, berapa banyak perokok diusia pelajar
? Disetiap sudut warung hampir ada pelajar yang bereragam lengkap merokok dengan santainya tanpa mempedulikan mau kemana arah hidupnya dan mau menjadi apa dia kelak. Uang masih menadah saja sudah belagu beli rokok, bahkan lebih parahnya lagi ngutang sana sini demi sebuah rokok.

Jika kita pikirkan, kalau saja mereka sakit, siapa yang akan membiayai pengobatan mereka? Siapa lagi kalau bukan orangtuanya. Setelah sibuk kerja keras banting tulang mencari nafkah, dengan mudahnya si anak membuang-buang rezeki yang telah diperoleh dengan susah payah dari orangtuanya. Mereokok itu bukan soal gagah-gagahan, kalau mau gagah-gagahan silahkan tunggu 20 tahun lagi. Siapa yang paling gagah (sehati/fit) setelah 20 tahun mulai dari saat ini, pelajar yang perokok atau yang bukan perokok? Silahkan buktikan. 


Hampir yang saya temui, pelajar yang perokok adalah mereka-mereka yang pemalas dalam artian bodoh. Ya, yang saya temui kebanyakan dari mereka pelajar perokok ber-IQ jongkok. Bisa jadi menjadi peringkat paling akhir. Silahkan Anda survey. Kalau waktu kalian dihabiskan untuk menghisap rokok, berapa sisa waktu yang kalian habiskan untuk mengasah kemampuan kalian? Saran saya, berubahlah dan buatlah rencana hidupmu sendiri atau kamu SELAMANYA akan menjadi bagian dari rencana orang lain. 

No comments