Header Ads

ad

Mengeluhkan Yang Harus Disyukuri




Akhir-akhir ini, cuaca mudah berubah-ubah dan sulit diterka seperti halnya perasaan seseorang yang sedang memendam rasa. :D Orang bilang ini musim pancaroba. Musim dimana daya tahan tubuh kita diuji secara lebih. Memang, kita merasakan sebentar panas sebentar hujan. Sebentar mendung, sebentar cerah. Tapi itulah kehidupan, yang tidak akan pernah ada yang abadi karena hidup itu hanya sebentar. Sebentar hidup sebentar lagi tiada.

Namun bukankah dibalik itu semua pasti ada hikmah tersembunyi yang diturunkan DIA Yang Maha Mengetahui dari apa yang tidak diketahui kita sebagai makhluknya? Kita sering mengeluhkan panas karena merasa kegerahan, namun begitu diberi hujan kita pun malah mengeluhkannya karena terasa dingin. Begitupun sebaliknya. Sampai-sampai segelintir orang menyalahkan cuaca ketika mereka diuji sakit. Padahal cuaca Allah yang mengatur. Mengeluhkan hal tersebut sama halnya dengan ketidaksukaan kita pada kehendak Allah Yang Maha Tahu. Padahal jelas-jelas, kita tidak bisa melawan kehendakNYA.

Kita sering mengeluhkan panasnya cuaca, padahal diluar sana banyak saudara-saudara kita yang sudah merasakan panasnya cuaca ditambah panasnya konflik di negerinya. Saat terik matahari membakar kulit, mereka hanya bisa tertawan di dalam rumah tanpa bisa beraktivitas bebas ke luar rumah. Bahkan untuk sekedar ke luar rumah saja mereka harus bertaruh nyawa. Bagaimana dengan kita? Kita hidup di negeri yang damai. Masih bisa beraktivitas bebas tanpa terkendala hal apapun. Layakkah kita mengeluhkan cuaca untuk jadi alasan kemalasan kita? Nikmat mana yang kamu dustakan? Udara yang kita hirup tidak cukupkah untuk kita rasakan? 

So, mari kita bersikap lebih dewasa. Karena ciri kedewasaan adalah ketika kita mengambil alih tanggungjawab dan mulai sedikit menyalahkan orang lain ataupun keadaan. Jangan hanya mengeluh akan keadaan jika kita tidak mampu mengubah keadaan tersebut.  

No comments