Sore itu terlihat sangat cerah. Sinar surya mulai melemah, seakan berucap selamat tinggal. Langit kala itu terlihat ramai dihiasi lay...

Seperti Layang-layang



Sore itu terlihat sangat cerah. Sinar surya mulai melemah, seakan berucap selamat tinggal. Langit kala itu terlihat ramai dihiasi layang-layang yang terbang kesana kemari. Angin yang bertiup mulai menunjukkan kehadirannya, menambah ramai suasana sore itu.

Disaat zaman teknologi seperti sekarang ini, ternyata bermain layang-layang menjadi pilihan mainan alternatif 
yang sampai saat ini masih bertahan dan masih diminati. Tak hanya kalangan anak-anak, orang dewasa pun tak luput memainkannya. Meski sekarang zaman teknologi, rupanya tak membuat layang-layang berubah fitur menggunakan remote control. Masih sederhana sepertti yang dulu berkerangka bilahan bambu, berkulitkan kertas, dan beruratkan benang. 

Sebenarnya apa sih yang membuat layang-layang bisa terbang? Tekanan angin. Ya. Tanpa tekanan angin layang-layang tidak akan terbang. Selain tekanan angin, tarik ulur benang pun dibutuhkan untuk menerbangkan layang-layang setinggi mungkin. Seperti itulah hidup. Kita butuh tekanan dan tarik ulur agar kita bisa terbang tinggi "SUKSES" seperti layang-layang tersebut. Saat hidup kita seperti ditarik ulur, anggaplah itu ujian yang bisa membuat kita kuat.

Saat kita mendapat tekanan pun angaplah itu menjadi titik balik kita untuk meraih sukses. Karena tanpa keduanya kita tidak mungkin terbang tinggi. Agar layang-layang bisa terbang tinggi, dibutuhkan benang yang kuat, angin yang cukup, dan kerangka yang seimbang. Sama halnya dengan kita. Kita butuh iman dan taqwa yang menjadi kerangka kita, upaya yang menjadi benang kita, dan ujian yang menjadi tekanan kita. Setelah semuanya dirasa beres, barulah kita bisa melihat layang-layang tersebut terbang tinggi  dengan gagahnya.

Saat tekanan datang menghampiri kita, tak perlu takut dan jangan pernah kabur. Justru hal tersebutlah yang akan membuat kita kuat selama kita mampu mengatasinya. Sekarang ubah pemikiran kita. Tekanan ada untuk kita hadapi agar kita menjadi kuat. Tanpa tekanan, hidup akan terasa datar tidak teruji. So, mau terbang tinggi atau mau jadi pajangan? It's your choice. :)

0 komentar: