Ilmu memang mahal, tetapi jauh lebih mahal jika kita tidak berilmu. Seringkali saya lihat teman-teman saya begitu royal membeli bar...

Semua Butuh Ilmunya



Ilmu memang mahal, tetapi jauh lebih mahal jika kita tidak berilmu.
Seringkali saya lihat teman-teman saya begitu royal membeli barang-barang mahal hingga mewah,makan di restoran mahal, membeli tiket VVIP untuk pertandingan sepakbola bahkan konser musik, tetapi malas dan kurang antusias ketika uang mereka harus ditukarkan dengan tiket seminar, workshop, hingga training. Hal tersebut sah saja karena itu adalah hak mereka. Ada yang menganggap hal tersebut adalah hiburan hingga menjadi kebiasaan, itu adalah hak mereka. Hanya saja bukankah lebih baik membelanjakan uang untuk urusan leher ke atas daripada untuk leher ke bawah?

Segala sesuatu itu butuh ilmunya. Untuk berbisnis, menjadi trainer, menjadi disgner, menjadi pesepakbola profesional, hingga profesi lainnya pun butuh ilmunya. Tanpa ilmu kita hanya mengandalkan trial and error, dan hal tersebut akan menyita waktu, tenaga, dan biaya yang kita miliki. Ketika kita ingin berbisni misalnya, selain action kita butuh ilmunya. Dan ilmunya tersebut bisa didapat dari mentor, mengikuti training bisnis, workshop bisnis, dan lainnya. Tanpa mengikuti semuanya kita hanya akan berjalan sangat pelan bahkan stagnan.

Memang dengan action kita akan menambah pengalaman, dan pengalaman itu sendiri bisa dijadikan ilmu. Tetapi jika kita belajar langsung dari pakarnya (langsung dari mentor), maka kita akan menemukan dan mendapatkan polanya dengan mudah dan cepat. Jika kita bisa sukses di usia muda, kenapa harus nunggu tua? Jika kita punya uang lebih, kenapa tidak dibelanjakan untuk urusan ilmu? Never to young to be success.

So, mau menjadi seperti apa Anda, itu pilihan Anda. Jangan terlena oleh hiburan dan terjebak oleh refreshing. Bisa jadi itu hanya akan menghabiskan uang Anda tapi tidak menambah kemampuan Anda. So, belanjakan harta Anda di jalan yang TEPAT. Semoga menginspirasi.

0 komentar: