Header Ads

ad

Respon Kita Menentukan Kualitas Kita



Cara kita memandang sesuatu akan mempengaruhi sikap kita.
Setiap manusia yang hidup pasti akan diuji, baik diawal maupun hingga akhir hidupnya. Masing-masing darinya pasti mendapatkan ujian sesuai dengan porsi dan kapasitas diri yang dimilikinya. Bukan soal berat atau ringannya ujian yang diberikan pada kita, tetapi yang lebih penting respon kita terhadap ujian tersebut.

Kita ambil contoh, ketika kita misalkan sedang terjebak kemacetan lalu lintas, kira-kira apa yang akan kita lakukan?
Mengutuk keadaan? 
Memaki-maki pengendara lain? 
Menyalahkan polisi lalu lintas? 
Menyalahkan pengendara lain? 
Memanfaatkan kemacetan untuk mendengarkan musik?
Memanfaatkan kemacetan untuk membaca buku?
Atau melakukan hal lain yang bermanfaat?

Jawabannya pasti berbeda, tergantung respon kita pada ujian tersebut. Yang pasti, persoalannya sama. Kita sama-sama sedang diuji dalam kemacetan, tetapi respon kita pasti berbeda tiap masing-masingnya. Orang bijak berkata "lebih baik menyalakan lilin ketika gelap, daripada mengutuk kegelapan". Orang pesimis dan berenergi negatif selalu mengutuk keadaan tanpa mau ingin mengubah keadaan.

Berat-ringannya ujian itu soal ukuran, yang terpenting cara kita meresponnya. Jika respon kita baik, maka kualitas diri kita pun akan baik. Begitupula sebaliknya. Jangan jadi pengutuk keadaan, yang hanya bisa rewel mencaci maki keadaan. Tapi jadilah pengubah keadaan. Sudahkah Anda merespon ujian Anda dengan baik? Atau Anda ingin menjadil pribadi yang tak berkualitas? Your life Your choice

No comments