Menjadi kaya tentu keinginan setiap orang. Hampir semua orang memiliki impian menjadi kaya. Namun tidak semuanya mampu melakukan hal ...

Memintalah Dengan Benar



Menjadi kaya tentu keinginan setiap orang. Hampir semua orang memiliki impian menjadi kaya. Namun tidak semuanya mampu melakukan hal untuk menebus impian tersebut. Padahal menurut orang bijak, jika kita ingin mendapatkan hal yang belum kita dapatkan, maka kita harus melakukan hal yang belum pernah kita lakukan. Albert Enstein saja berkata "hanya orang gila yang menginginkan perubahan tapi masih melakukan cara yang sama". Kaya bukan hanya soal materi. Kaya hanyalah predikat. Boleh jadi kita ingin menjadi konglomerat terhormat, tapi bukan itu yang lebih utama dalam hidup. Sebab harta yang bermanfaat bukanlah yang kita simpan di bank atau brankas, melainkan harta yang paling bermanfaat adalah yang kita belanjakan. 

Allah Maha Kaya, maka jangan sungkan-sungkan dalam meminta kepadaNYA. Namun setelah meminta pastikan kita berikhtiar semaksimal mungkin untuk akhirnya kita pasrahkan kepadaNYA. Mungkin dari kita sering berdo meminta kaya. Memang tidak ada yang salah dengan do'a tersebut. Tapi setelah kita kaya nanti (do'a kita terkabul) apakah kita masih ingat Allah? Setelah kaya nanti, kita mau apa? Mau hura-hura? Mau menyombongkan diri? Mau berbuat sesuka hati? Atau malah justru jauh dari ALlah. Bisa jadi do'a kita untuk menjadi kaya belum terwujud karena hal tersebut akan menjauhkan kita dari Allah. 

Saya punya cerita kisah nyata. Seorang ustadz mempunyai anak didik. Anak didiknya yatim piatu dari kecil dan hidupnya sungguh prihatin. Setelah dewasa dia ingin menikah dan meminta izin kepada ustad tersebut. Setelah diizinkan, ternyata pihak calon mertua menolaknya karena dia belum berpenghasilan. Lambat laun calon istrinya meyakinkan orangtuanya. Dan mereka pun menikah. Namun masalah tidak berhenti sampai disitu. Baru semingu menikah, dia diusir dari rumah mertuanya bersama istrinya. Dalam setiap do'anya dia meminta "ingin bisa sedekah 100 juta". Begitu seterusnya do'a yang ia pinta. Karena dia selalu iri melihat orang lain bisa sedekah, sedangkan dia sangat miskin dan tidak mampu bersedekah. Hingga satu waktu do'anya terkabul. Dia sukses menjadi pengusaha, mampu membeli mobil, memberangkatkan haji orangtua angkat dan mertuanya. Ustadz yang juga ayah angkatnya terheran dengan pencapaiannya. Ketika ditanya "Dulu kamu ditolak calon mertuamu. Sekarang kamu sudah membuktikannya. Apa amalan yang kamu lakukan hingga bisa seperti itu?" tanya ustadz tersebut. Pemuda itu hanya menjadwa "Dalam setiap do'a, saya hanya meminta agar saya bisa bersedekah 100 juta". Begitu simple permintaannya tapi berdampak besar dan bermanfaat luas.

Terbayang kan jika dia sudah mampu bersedekah 100 juta, berapa penghasilan yang didaptanya sekarang? Kita sering meminta ingin menjadi kaya, tapi setelah kita kaya, kita mau apa? Memintalah dengan benar. Dalam artian apa yang kita pinta bisa dirasakan manfaatnya bagi orang lain. So, masih mau menjadi kaya atau ingin bisa bersedekah 1 milyar? :)

0 komentar: