Hidup di perkotaan tidak selamanya membuat kita merasakan ketenangan dan ketentraman menjalani hidup. Dibalik keramaian dan kelengkap...

Jangan Parno Karena Teknologi



Hidup di perkotaan tidak selamanya membuat kita merasakan ketenangan dan ketentraman menjalani hidup. Dibalik keramaian dan kelengkapan sarana bermain (hangout), rupanya tidak selalu membuat orang-orangnya terlepas dari kepenatan dan kejenuhan. Saat ini kita sedang merasakan era informasi dan teknologi. Dari waktu ke waktu selalu saja ada inovasi teknologi yang selalu lebih maju dari sebelumnya. Dulu sebelum semua orang memiliki hp, ada wartel. Dimana untuk menelpon keluarga atau teman, kita rela mengantri menunggu giliran. Sekarang wartel tersebut perlahan mulai ditinggalkan karena tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Saat dunia terasa dekat dalam genggaman, perlahan tapi pasti kita pasti mengorbankan hal lain. Dulu  memiliki hp monochrome yang hanya bisa untuk kirim SMS dan telpon sudahlah dirasa cukup. Ditambah lagi bisa untuk mendengarkan mp3 dan memotret adalah nilai lebihnya. Kini, hp tidaklah cukup untuk sekedar SMSan, telponan, mendengarkan lagu, hinga memotret gambar. Tetapi kini benda kecil (hp) tersebut sudah menyamai perannya layaknya komputer. Karena memang, dibalik pesatnya perkembangan teknologi, pasti ada hal yang harus dikorbankan. Tapi itulah hidup, selalu ada yang diuntungkan dan dirugikan. Kita tahu sekarang zamannya gadget, dimana informasi bisa diakses dengan sangat cepat. Bahkan hal-hal yang kita temui didepan mata bisa kita share ke situs jejaring sosial. Seolah tidak peduli apakah hal yang ditemuinya itu relevan, aktual, atau bahkan tidak penting. 

Pesatnya pertukaran informasi pun membuat keaktualan dan kerelevannya menjadi diragukan. Buktinya dengan mudahnya mengakses informasi sekarang ini sering beredar berita HOAX yang bisa saja meresahkan para pengakses informasi. Berbagai isu politik, konspirasi, kriminalitas, hingga ancaman kehancuran bumi dengan mudah menyebar dan diterima pengakses. Dulu ketika sedang boomingnya isu akan adanya kiamat di tahun 2012, seketika para pengakses informasi dibuat kepanikan dan ketakutan. Ditambah lagi hal itu divisualisasikan dalam bentuk film, hingga cerita-cerita terkait yang mudah diakses. Seakan teknologi bagi para penduduk kota membuatnya menjadi paranoid.

Tetapi coba kalau kita lihat dari kehidupan pedesaan misalnya. Apakah mereka panik dan menjadi paranoid dengan isu kiamat tersebut? Yang ada mereka akan berkata "mau dibagaimanakan juga, kiamat pasti terjadi, karena itu kehendak Allah". It's so simple bukan?. Karena mungkin mereka tidak merekam visualisasi yang difilmkan atau diberitakan oleh media-media saat munculnya isu tersebut. Bayangkan dengan kita yang hidup diperkotaan dan dengan mudahnya mendapatkan informasi. Alih-alih bisa tenang, yang ada kita malah sibuk bertanya-tanya apakah berita tersebut faktual atau tidak. Benar?

Bagaimanapun kemajuan teknologi jangan membuat kita menjadi paranoid hingga memisahkan jarak diantara kita. Seolah mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Karena bagaimanapun pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, yang butuh jalinan persahabatan. So, jangan mudah terpengaruh dan percaya pada informasi yang didapat sebelum kita cross check lebih lanjut, jika kita tidak ingin menjadi korban HOAX. Semoga menginspirasi :)

0 komentar: