Header Ads

ad

Jalan Raya Bukanlah Tempat Sampah



Orang WARAS buang sampah pada tempatnya.

Sudah berapa kali saya lihat, masih saja ada orang yang ngakunya hidup di KOTA, tapi kelakuannya tidak seperti orang kota yang intelek. Setiap perilaku yang dilakukannya mungkin telah menjadi kebiasaan bagi si pelakunya. Bahkan kebiasaan tersebut sudah melekat dan sulit untuk ditinggalkan bahkan diubah. Entah siapa yang mulai, membuang sambah sembarang seakan menjadi kebiasaan bahkan budaya bagi mereka yang melakukannya. Disebut kebiasaan karena sudah terlalu sering melihat perilaku tersebut. Dan disebut budaya, karena memang dari tahun ke tahun tidak ada perubahan signifikan dari kebiasaan buruk tersebut. Bisa kita lihat saat selesai prosesi sholat idul fitri atau idul adha. Apa yang ditinggalkan oleh makmum setelah selesai sholat ied hanyalah koran dan kertas bekas yang berserakan tanpa mempedulikan kebersihan sebagaimana Allah menyukai yang suci. 

Tidak hanya saat prosesi idul fitri atau idul adha. Tapi hampir disetiap selesai acara outdoor, selalu saja yang dihasilkan darinya adalah sisa sampah yang berserakan. Bukan ada atau tidak adanya tempat sampah yang disediakan, namun tampaknya tidak ada kesediaan dari mereka untuk mau menjadi contoh yang baik. Caranya? Orang waras pun tahu, kalau buang sampah itu ke tempat sampah. 

Sebagian dari Anda mungkin sudah pernah melihat kelakuan mereka yang sering membuang sampah ke jalan raya. Entah itu dari pengguna motor ataupun mobil. Yang jelas pengguna jalan seperti itu pasti pernah kita temui. Dengan entengnya mereka membuang sampah ke jalan, tanpa mempedulikan keindahan dan keselamatan pengguna jalan lain. Kalau perilaku seperti ini ditiru banyak orang, maka jalan raya pun akan berubah fungsi menjadi lautan sampah. 

Tidak hanya pengguna kendaraan murah saja yang melakukan hal dangkal tersebut. Pengguna endaraan-kendaraan mewah pun tidak luput dari perilaku dangkal seperti itu. Dalam hal ini saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, termasuk menyalahkan pengguna jalan berotak dangkal tersebut. Tetapi lebih mengajak untuk berinstrospeksi, dan mengubah kebiasaan buruk tersebut. Jika untuk berbuat buruk saja butuh inspirasi, kenapa tidak berbuat baik untuk menginspirasi?

Mari berintrospeksi. Malu dong kita punya kendaraan mewah, berbahan bakan non subsidi, berpendidikan tinggi, berpenghasilan wah, dan wah lainnya tetapi pemikiran masih dangkal. Sayangkan uang ratusan juta yang dihabiskan untuk kuliah tapi malah tidak mengubah sedikitpun pola pikir kita. So, jadilah orang waras seutuhnya :)



No comments