Header Ads

ad

Visi Hidup #2



Bagaimana? Sudah tertulis visinya? mari kita lanjutkan.
Ada 3 visi dalam hidup yang akan saya sharingkan.

1. LEARNING
Jangan pernah berhenti belajar, jika tidak selamanya kita akan menjadi bodoh. Tidak ada kata lelah untuk belajar. Tidak ada kata berhenti untuk belajar. Sebab waktu untuk berhentinya belajar adalah saat kita tertidur di liang lahat nanti.
Hidup itu bertumbuh. Suka atau tidak umur kita pasti berkurang dan ujian hidupnya pun semakin bertambah. Sama seperti anak sekolah. Soal ujian siswa SD tentunya berbeda dengan soal ujian siswa SMP dan SMA. Lulus SMA, masuk perguruan tinggi, ujiannya pun berbeda. Pastinya tambah sulit. Begitupun ujian hidup. Ujian hidup ada tingkatannya. Pastikan kita memiliki kapasitas diri yang besar dibandingkan ujian tersebut. Sebab jika ujian hidup kita lebih besar dari kapasitas diri kita, bisa dipastikan kita akan mendapat STRESS. Stres didapat karena kapasitas kita lebih kecil dari ujian kita.

2. MANAGING
Kita terlahir untuk menjadi seorang pemimpin, terutama bagi dirinya sendiri. Seorang pemimpin harus mampu mengelola dirinya terlebih dahulu, sebelum memimpin dan mengelola orang lain. Seorang pemimpin butuh ilmu dan talenta yang super dari orang lain. Meskipun begitu masing-masing dari kita adalah spesial. Setiap dari kita adalah spesial. Lihat ibu jari kita. Samakah sidik jari kita dengan orang lain? Orang kembar pun tidak memiliki sidik jari yang sama. Itu artinya kita adalah spesial. Tidak ada orang yang sama persis dengan kita. Karena kita diciptakan untuk saling melengkapi seperti kepingan puzzle meskipun kita memiliki perbedaan diantaranya. Pastikan kita telah menemukan talenta dan kekuatan diri kita. Karena jika tidak, selamanya kita akan berada dalam kelemahan. Orang-orang yang sukses adalah mereka yang telah menemukan talenta dan kekuatan dirinya. Pastikan orang-orang sukses itu adalah Anda!

3. LEGACY
Hidup itu bukan asala hidup untuk bertahan hidup. Kita itu manusia, harus memiliki nilai lebih dari makhluk lainnya. Jika kita hidup hanya untuk bertahan hidup, apa bedanya dengan kambing? Kambing pun bisa makan dan tidur seperti kita. Hanya dia tidak memiliki kemampuan untuk berpikir. Hidup itu harus memikirkan soal manfaat. Harus bisa menjadi inspirasi. Sebab sukses sebenarnya bukanlah soal posisi, tetapi soal menjadi inspirasi dengancara memberi banyak manfaat bagi orang lain.

Ketika kita hidup, pernahkah kita bertanya:
1. Setelah kita mati, apa yang akan kita tinggalkan?
2. Setelah kita mati, kita mau dikenang karena apa? Karena hutangnya? Atau karena kebermanfaatannya?
3. Setelah kita mati, kita mau menjadi teladan mana? Teladan kebaikan atau kejelekan?

Sejatinya hidup itu harus meninggalkan passive income. Dimana ketika kita telah tiada, kita akan tertolong oleh passive income tersebut. Passive income tersebut adalah:
1. Amal jariyah
2. Do'a anak soleh
3. Ilmu bermanfaat
Sudahkah kita memilikinya?
Ketika kita tiada dan kita memiliki 3 point di atas, maka kita akan terselamatkan oleh isi dari pon-poin tersebut. Manusia yang baik itu bisa dikatakan seperti pohon besar yang berakar kuat, kokoh, menjulang tinggi, dan berbuah ranum dan manis.
*Akar yang dalam dan kuat, menggambarkan aqidah kita yang menjadi dasar kita dalam beraksi
*Batang yang menjulang tinggi, menggambarkan ilmu yang kita miliki harus tinggi. Tuntutlah ilmu sampai ke liang lahat
*Berbuah ranum dan manis, menggambarkan kita sebagai manusia harus bisa memberikan banyak manfaat kebaikan bagi orang lain. 

Jangan hanya sekedar hidup. Janganlah sekali-kali kita mengatakan hidup untuk makan, tapi makanlah untuk hidup. Semoga menginspirasi :)

No comments