Banyak alasan untuk kita berbuat sesuatu. Dari ribuan alasan yang kita miliki tentu kita punya satu alasan yang kuat. Alasan yang aka...

Terlihat Namun Tak Tampak



Banyak alasan untuk kita berbuat sesuatu. Dari ribuan alasan yang kita miliki tentu kita punya satu alasan yang kuat. Alasan yang akan membuat kita kuat, tidak mengenal takut, tidak mengenal lelah, dan bahkan tidak peduli dengan sentilan orang. Alasan tersebut adalah visi. Ketika kita memimpikan sesuatu, tentu kita punya alasan tersendiri kenapa kita menginginkan mimpi tersebut. Alasan tersebutlah yang kita sebut visi. Namun tidak semua orang yang bermimpi memiliki visi, tapi setiap orang yang bervisi pasti memiliki mimpi. Paham? :)

Sebagai contoh. Ada seorang pengusaha cemilan yang sukses dengan bisnisnya. Omzetnya ratusan juta rupiah. Sebut saja Bagas (bukan nama samarannya). Dia memiliki mimpi menjadi pengusaha sukses di bidang cemilan. Visinya ingin memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat disekitarnya. Setelah booming masuk media sana-sini dan terkenal di sana-sini, tiba-tiba hadirlah Usro. Usro hadir karena terpincut kesuksesan Bagas. Dia bermimpi ingin sukses seperti bagas. Dan visinya tak lain hanya ingin menyamai pencapaian bagas (kurang begitu detail). Tanpa pikir panjang dia meniru usaha bagas dari mulai jenis produk hingga detailnya. Namun apa yang terjadi? Usaha usro justru tidak bertahan lama dan hanya beromzet tidak lebih hanya satu digit dari omzet bagas.

Disana kita bisa lihat, usaha yang dibangun berdasarkan visi akan memiliki energi dan dampak yang panjang. Sementara usaha yang asal ikut-ikutan tanpa visi yang dibangun, hanya akan bertahan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jenis produk dan usaha mungkin bisa ditiru, tetapi visi sulit ditiru. Visi bisa saja tertulis dan kita baca, tapi yang bisa merasakan dan memetakannya hanyalah si pembuat visi tersebut. Kita tahu di dunia profesional banyak yang keluar masuk perusahaan, dan hal tersebut adalah hal biasa di dunia profesional. Karena perusahaan yang besar tidak akan takut kehilangan karyawannya. Kenapa? Karena dia (perusahaan) sudah memiliki visi yang jelas.  

Mulai sekarang petakan mimpi Anda. Buat visinya sejelas dan sedetail mungkin. Jika perlu, tulis dan tempelkan di dinding kamar kalian atau di buku harian kalin. Semoga menginspirasi :)

0 komentar: